Kementerian PKP Gelontorkan Rp7,4 Triliun Bangun Rumah Terdampak Bencana Sumatera

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat pemulihan kawasan terdampak bencana melalui pembangunan hunian tetap (Huntap) di wilayah Sumatera.

Kementerian Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat pemulihan kawasan terdampak bencana melalui pembangunan hunian tetap (Huntap) di wilayah Sumatera. (Foto: Ist)

IDXChannel - Kementerian Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat pemulihan kawasan terdampak bencana melalui pembangunan hunian tetap (Huntap) di wilayah Sumatera. Langkah ini dilakukan dengan menambah anggaran sehingga totalnya mencapai Rp7,4 triliun.

Staf Ahli Bidang Pertanahan, Keterpaduan Pembangunan, dan Tata Ruang Kementerian PKP Teddy Paul H. Siagian menjelaskan bahwa pemerintah memberikan tambahan anggaran sebesar Rp2,2 triliun untuk mendukung percepatan pembangunan 7.952 unit hunian tetap pada Tahun Anggaran 2026 yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga:
Prabowo Tantang Menhub-KAI Realisasikan Kereta Trans-Sumatera, Lanjut Trans-Kalimantan

"Percepatan pembangunan hunian tetap merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan kepastian tempat tinggal yang layak bagi masyarakat terdampak bencana. Program ini tidak hanya membangun rumah, tetapi juga mendukung proses pemulihan kehidupan masyarakat secara menyeluruh," ujar Teddy dalam keterangan resmi dikutip Minggu (2/8/2026). 

Secara keseluruhan, pembangunan hunian tetap pascabencana direncanakan mencapai 25.606 unit hingga tahun 2027 dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp7,4 triliun.  Dari jumlah tersebut, Provinsi Aceh memperoleh alokasi terbesar, yakni 20.647 unit, sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan terdampak bencana.

Baca Juga:
Antisipasi Krisis Listrik Sumatera, Operasional PLTA Batang Toru Dipercepat

Pada anggaran periode 2026, pembangunan hunian tetap ditargetkan sebanyak 7.952 unit dengan total anggaran sebesar Rp2,339 triliun. Alokasi tersebut terdiri atas 6.220 unit di Provinsi Aceh dengan anggaran Rp1,819 triliun, 919 unit di Provinsi Sumatera Utara dengan anggaran Rp299,38 miliar, serta 813 unit di Provinsi Sumatera Barat dengan anggaran Rp220,51 miliar.

Sementara itu, anggaran periode 2027, pemerintah menargetkan pembangunan 17.654 unit hunian tetap dengan total anggaran sebesar Rp5,067 triliun. Rinciannya meliputi 14.427 unit di Provinsi Aceh dengan anggaran Rp4,153 triliun, 2.788 unit di Provinsi Sumatera Utara dengan anggaran Rp802,66 miliar, serta 439 unit di Provinsi Sumatera Barat dengan anggaran Rp111,37 miliar.

Adapun anggaran periode 2028, seluruh pembangunan hunian tetap pascabencana telah dituntaskan sehingga tidak terdapat target pembangunan maupun alokasi anggaran pada ketiga provinsi tersebut.

"Melalui percepatan pembangunan hunian tetap pascabencana, Kementerian PKP berkomitmen memastikan setiap masyarakat terdampak bencana memperoleh hunian yang layak, aman, dan memiliki kepastian hukum, sekaligus mendukung percepatan pemulihan sosial dan ekonomi di wilayah terdampak," kata Teddy.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Doan Van Hau dan Rekam Jejak Kontroversial Lawan Timnas Indonesia
• 5 jam lalubola.com
thumb
Mensos Bocorkan Ratusan Prestasi Siswa Sekolah Rakyat
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Vicky Prasetyo Terseret Kasus Hukum, Dilaporkan Dugaan Penipuan hingga TPPU
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
6 Rekomendasi Drakor Ha Young yang Wajib Ditonton, Terbaru jadi Jaksa Amnesia di Our Sticky Love
• 13 jam lalugrid.id
thumb
KM Mutiara Santosa 2 Terbakar di Sumenep, Evakuasi 225 Penumpang Libatkan 8 Kapal
• 4 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.