TABLOIDBINTANG.COM - Penampilan fisik Ariana Grande di video klip terbarunya, "Petal", memicu kekhawatiran penggemar.
Dalam video bertema audisi yang dirilis pada Jumat lalu itu, Grande tampil layaknya berada di era film Grease. Ia mengenakan legging hitam, atasan hitam model off-shoulder, syal senada di leher, dipadukan dengan kacamata bergaya retro, anting mutiara, sepatu hak tinggi hitam, serta jaket kulit yang disampirkan di bahunya. Rambutnya juga ditata dengan gaya ponytail khas Ariana, namun kali ini dihiasi ikal-ikal kecil.
Video itu memperlihatkan pelantun "We Can't Be Friends" tersebut mengikuti proses audisi di hadapan panel juri pria, sekaligus menari bersama para pemeran lain yang juga mengenakan busana bergaya vintage.
Melalui media sosial, Ariana membagikan cuplikan video tersebut dengan keterangan singkat, "Petal music video out now."
Tak lama setelah video dirilis, kolom komentar di berbagai platform media sosial dipenuhi respons dari penggemar yang menyoroti kondisi fisik Ariana Grande.
Sebagian warganet mengaku khawatir karena menilai tubuh penyanyi peraih Grammy Awards itu terlihat sangat kurus.
"Dia terlihat sangat kurus dan itu mengkhawatirkan," tulis seorang pengguna media sosial.
Pengguna lain menambahkan bahwa publik berhak merasa cemas terhadap kesehatan Ariana. Bahkan, ada yang berkomentar bahwa tulang-tulang tubuh penyanyi berusia 33 tahun itu tampak sangat menonjol.
Di YouTube, seorang penggemar mengaku tetap menyukai lagu dan konsep video musik tersebut, namun mengaku sulit mengabaikan penampilan Ariana.
"Sebagai penggemar Ariana, lagu dan videonya luar biasa. Tapi yang terus terpikir oleh saya adalah semoga dia baik-baik saja karena dia terlihat seperti sedang sakit. Saya harap dia mendapatkan bantuan jika memang membutuhkannya," tulisnya.
Di tengah gelombang komentar tersebut, banyak penggemar lain justru membela Ariana dan meminta publik berhenti mengomentari bentuk tubuh maupun kondisi fisiknya.
"Kalau kalian benar-benar peduli padanya, kalian tidak akan terus mengomentari tubuhnya di ruang publik," tulis seorang pengguna di platform X.
Penggemar lainnya menegaskan bahwa berat badan Ariana bukanlah konsumsi publik.
"Biarkan tubuhnya. Ariana tidak hidup untuk menjadi bahan komentar orang lain. Dia sedang bertemu penggemar, merilis 'Petal', dan menjalani hidupnya. Mempermalukan perempuan karena terlalu kurus tetaplah body shaming. Fokuslah pada musiknya," tulis warganet lainnya.
Ada pula yang meminta publik menghentikan kebiasaan mengomentari berat badan maupun penampilan Ariana.
Ini bukan kali pertama Ariana Grande menghadapi komentar mengenai penampilannya. Pada 2024, ia sempat berbicara mengenai tekanan yang dialami perempuan akibat tuntutan untuk selalu tampil sempurna.
Dalam sebuah wawancara, Ariana mengaku komentar tentang berat badan maupun penampilan seseorang bisa terasa sangat tidak nyaman, bahkan ketika disampaikan oleh orang-orang terdekat.
Ia menilai masyarakat saat ini sudah terlalu terbiasa mengomentari tubuh, wajah, kesehatan, hingga penampilan orang lain tanpa mengetahui kondisi yang sebenarnya.
"Mulai dari pakaian yang dikenakan, bentuk tubuh, wajah, hingga segala hal lainnya, orang-orang merasa terlalu nyaman untuk mengomentarinya. Menurut saya, itu sangat berbahaya," ujar Ariana saat itu.
Pada November tahun lalu, penyanyi tersebut kembali membagikan cuplikan wawancara tersebut melalui Instagram Stories sebagai pengingat bagi para pengikutnya agar lebih berhati-hati dalam mengomentari penampilan fisik orang lain.
Pernyataan itu kembali menjadi sorotan setelah video musik "Petal" memicu perdebatan baru di media sosial mengenai batas antara kepedulian terhadap kesehatan seseorang dan komentar yang dapat dianggap sebagai bentuk body shaming.




