REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah sejumlah mal di Surabaya, Jawa Timur dipasang pagar tinggi, beberapa mal dan gedung-gedung tinggi perkantoran di Jakarta juga ikut dibentengi pagar besi. Spekulasi akan adanya kejadian besar pada Agustus 2026 pun semakin santer. Namun, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan Ibu Kota masih aman.
Pramono mengaku ikut memantau fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah area mal dan perkantoran. Ia menilai, pemasangan pagar itu diduga karena sejumlah pengusaha takut akan terjadinya kerusuhan di Jakarta seperti Agustus 2025.
Baca Juga
Respons Bentrokan Berbau Etnis di Menteng, Begini Sikap Tegas Pramono
Pramono: Perbaikan Sekolah Jakarta Ngadat Karena Efisiensi Pusat
Satpam HI Sujud Minta Maaf, Pramono Membela: Dia tak Pantas Dipecat, Sopir Alphard Harus Disanksi
Ia menyatakan, Pemprov DKI akan berupaya memastikan kondisi di Jakarta tetap aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku bisnis. Karena itu, Pramono menilai pemasangan pagar yang dilakukan di sejumlah mal dan perkantoran tidak perlu dilakukan secara berlebihan. "Secara pribadi sebagai Gubernur Jakarta, tentunya saya tetap berkeinginan apa pun Jakarta itu aman, nyaman, dan juga bagi para pelaku bisnis, termasuk pemilik mal, properti, perkantoran, dan sebagainya. Tidak perlu kemudian harus memasang pagar yang berlebihan," kata dia, Sabtu (1/8/2026). .rec-desc {padding: 7px !important;} Pramono menambahkan, Pemprov DKI Jakarta akan segera berkoordinasi untuk penertiban pagar yang dibangun secara berlebihan. Pasalnya, fenomena itu justru akan menimbulkan ketakutan kepada masyarakat luas. "Jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja," ujar dia. Pemprov Jakarta pun, kata Pramono terus berkoordinasi dengan aparat keamanan beserta aparat penegak hukum. Hingga kini pun tidak ada potensi terjadinya gangguan di Jakarta. "Padahal menurut saya, sebagai Gubernur Jakarta, dan saya melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum di berbagai sektor, saya meyakini bahwa Jakarta aman-aman saja," kata dia.