Analisis Masa Depan Esports Mobile Legends, Akankah Kompetisi MOBA Mobile Tetap Mendominasi Industri Esports Global?

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Selama beberapa tahun terakhir, Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) telah berkembang dari sekadar game mobile populer menjadi salah satu ekosistem esports terbesar di dunia. Dominasi turnamen seperti MPL, Mid Season Cup (MSC), hingga M Series membuktikan bahwa kompetisi MOBA mobile mampu menarik jutaan penonton dan sponsor global.

Namun, muncul pertanyaan besar di kalangan pelaku industri: apakah Mobile Legends dan esports MOBA mobile masih akan mendominasi industri esports global dalam beberapa tahun ke depan, atau justru mulai tergeser oleh genre lain?

Baca Juga :
7 Game Indie Terbaik 2026 dengan Gameplay Paling Seru, Wajib Dicoba oleh Pecinta Pengalaman Baru
Indef Sebut Insentif Otomotif Bakal Dorong Produksi EV Nasional

Berbagai laporan resmi dari Moonton Games, Esports Charts, hingga analis industri, dirangkum VIVA Senin, 3 Agustus 2026, menunjukkan bahwa prospek esports Mobile Legends masih sangat kuat, meski tantangan baru mulai bermunculan.

Dominasi Viewership Masih Sulit Ditandingi

Salah satu indikator utama kesehatan sebuah ekosistem esports adalah jumlah penontonnya. Dalam hal ini, Mobile Legends masih menunjukkan performa yang luar biasa.

Berdasarkan laporan resmi Moonton Games yang mengutip data Esports Charts, M7 World Championship mencatat lebih dari 5,68 juta peak concurrent viewers, menjadikannya turnamen mobile esports paling banyak ditonton sepanjang sejarah. Bahkan, M7 menjadi satu-satunya turnamen mobile yang mampu bersaing dengan kompetisi PC terbesar dari sisi nilai media dan jumlah penonton.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa esports mobile kini bukan lagi sekadar pelengkap industri, melainkan salah satu pilar utama esports global.

Ekspansi ke Wilayah Baru Menjadi Kunci

Jika sebelumnya Mobile Legends identik dengan Asia Tenggara, kini Moonton mulai memperluas jangkauan kompetisinya.

Dalam roadmap esports 2026, perusahaan memperkenalkan struktur kompetisi baru yang mencakup lima kawasan besar, yakni Asia Tenggara, Eropa Timur dan Asia Tengah, EMEA, Asia Timur, serta Amerika. Selain itu, M8 World Championship dijadwalkan berlangsung di Türkiye dan Thailand, menandai pertama kalinya babak final M Series digelar di kawasan Eropa.

Langkah tersebut memperlihatkan ambisi Moonton untuk menjadikan Mobile Legends sebagai esports berskala global, tidak hanya bergantung pada pasar Asia Tenggara.

Mobile Esports Memiliki Keunggulan yang Sulit Ditiru

Baca Juga :
Membandingkan Game RPG Jepang dan Barat, Dua Filosofi Desain yang Membentuk Industri Game Selama Puluhan Tahun
Masih Ingat Game Snake? Permainan Sederhana yang Diam-diam Mengubah Sejarah Industri Mobile Gaming
Di Balik Penantian GTA 6 Selama Bertahun-Tahun, Ada Perubahan Besar yang Sedang Disiapkan Rockstar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wisatawan Tewas Terjatuh Saat Selfie di Pantai Semeti, Tim SAR Evakuasi Empat Korban di Lombok Tengah
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Iran Kecam AS Gunakan Isu Selat Hormuz sebagai Dalih Serangan Militer
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Festival Gir Sereng Kota Probolinggo melestarikan budaya dan ekonomi
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Di Balik Gaun Mewah IFW 2026, Ternyata Ada Pengrajin Lansia yang Masih Menjahit Payet Satu per Satu
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Timnas Indonesia Unggul Head to Head atas Vietnam, Jadi Modal Berharga di Piala AFF 2026
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.