Bank Permata Proyeksikan Inflasi Indonesia Mencapai 3,13 Persen pada Akhir 2026

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Bank Permata memperkirakan inflasi Indonesia akan mencapai 3,13 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada akhir 2026 dengan asumsi pemerintah mempertahankan harga energi bersubsidi pada tingkat saat ini, di tengah potensi tekanan dari faktor domestik dan global.

Tekanan Inflasi Dipicu Faktor Domestik dan Eksternal

Kepala Departemen Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Permata Faisal Rachman mengatakan proyeksi tersebut didasarkan pada berbagai risiko yang masih membayangi hingga akhir tahun.

“Kami memperkirakan inflasi umum akan mencapai sekitar 3,13 persen pada akhir tahun 2026,” ungkapnya.

Menurut Faisal, dari sisi domestik, kebijakan pemerintah yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi diperkirakan mendorong peningkatan jumlah uang beredar (M2) sehingga berpotensi memicu tekanan inflasi.

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga diperkirakan meningkatkan permintaan pangan yang dapat memengaruhi inflasi kelompok harga bergejolak.

Bank Permata turut merekomendasikan pemerintah mewaspadai potensi El Nino agar inflasi tetap terkendali.

Sementara itu, dari sisi eksternal, ketegangan di Timur Tengah dan prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dinilai berpotensi meningkatkan inflasi impor melalui pelemahan nilai tukar rupiah dan terbatasnya arus modal masuk.

“Hal ini menunjukkan meningkatnya risiko peralihan biaya produsen ke harga konsumen karena biaya input, khususnya bahan baku impor, terus meningkat,” ujarnya.

BI Diperkirakan Pertahankan Suku Bunga

Faisal menilai proyeksi inflasi dapat berubah apabila konflik geopolitik di Timur Tengah terus meningkat sehingga memicu lonjakan harga energi global dalam jangka panjang.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan kepada pemerintah untuk menyesuaikan harga energi bersubsidi sekaligus membuka peluang kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Meski demikian, Bank Permata masih mempertahankan proyeksi bahwa Bank Indonesia akan menahan BI-Rate di level 5,75 persen karena kenaikan suku bunga sebelumnya dinilai telah mengantisipasi kemungkinan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) pada kuartal IV 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Astra Otoparts Edukasi Pentingnya Filter Kabin Kendaraan
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Lemahnya Kapasitas Politik Lokal dalam Otonomi Daerah
• 58 menit lalukompas.id
thumb
Tanda Kiamat Muncul di Batang Pohon, Pakar Beri Peringatan
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Basarnas Kembali Cari Pemuda yang Diduga Tenggelam di Kali BKB
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pengakuan Jujur Kim Sang-sik setelah Ngintip Timnas Indonesia Vs Mozambik di SUGBK Juni Lalu: Membantu Analisis Kami untuk Piala AFF 2026
• 10 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.