Menlu Jerman Desak Uni Eropa Perkuat Perlindungan Perbatasan Usai Gelombang Migran Masuk ke Ceuta

pantau.com
15 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mendesak Komisi Eropa memprioritaskan perlindungan perbatasan eksternal Uni Eropa setelah gelombang migran memasuki wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta.

Jerman Soroti Pentingnya Perlindungan Perbatasan

Johann Wadephul menyampaikan negara-negara Eropa membutuhkan mitra eksternal, termasuk Maroko, untuk mengendalikan migrasi ilegal, sebagaimana dilaporkan surat kabar Jerman Bild pada Minggu.

Menurut laporan tersebut, Eropa dinilai berhasil menghindari krisis migrasi besar, meski situasi di lapangan masih tergolong tegang.

Gelombang Migran Picu Pengerahan Aparat

Pada akhir Juli, Ceuta mengalami gelombang kedatangan migran dalam jumlah besar dari Maroko.

Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas mengungkapkan, "Sekitar 60.000 orang telah memasuki wilayah kota dari Maroko dalam satu hari."

Masuknya migran dalam jumlah besar memicu kerusuhan sehingga otoritas mengerahkan tambahan personel kepolisian, Garda Sipil, dan militer untuk mengendalikan situasi.

Ceuta merupakan wilayah kantong Spanyol di pesisir utara Afrika yang berbatasan langsung dengan Maroko.

Bersama Melilla, Ceuta menjadi satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika serta dikenal sebagai salah satu jalur utama migrasi ilegal menuju Uni Eropa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sekjen Pasbata: Komdigi Harus Lebih Tegas Menjaga Ruang Digital dari Hoaks dan Disinformasi
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Memahami Posisi Bupati dalam Kasus PT Bandung Daya Sentosa
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
5 Berita Populer: Rizky Febian soal Teddy; David Jonsson Mirip Chadwick Boseman
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Sungai Ciliwung di Bogor Surut saat Kemarau, Jadi Tempat Bocah Main Layangan
• 23 jam laludetik.com
thumb
BNPP RI Perkuat Koordinasi Rencana Aksi PBWN-KP 2026, Wujudkan Perbatasan sebagai Beranda Terdepan Negara
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.