Basarnas: 234 Penumpang KMP Mutiara Santosa 2 Dievakuasi, Lima di Antaranya Meninggal

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Data terbaru Basarnas mencatat ada 234 orang telah dievakuasi dari KMP Mutiara Santosa 2 yang terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026) kemarin. Dari jumlah tersebut, 229 orang selamat dan lima lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Nanang Sigit Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya mengatakan, total jumlah orang yang tercatat dalam data sementara ini sebanyak 236 orang, dengan dua di antaranya belum dijelaskan kondisi dan statusnya. Namun, Basarnas masih mencocokkan data tersebut dengan manifes dan informasi dari perusahaan kapal.

“Untuk sampai dengan saat ini, kami masih dengan jumlah korban 236 dan terevakuasi 234. Di mana dari 234 itu kondisi meninggal lima orang. Kemudian untuk para korban sendiri ada beberapa yang sudah dibawa ke Posko Tanjung Perak, tapi akan ada juga yang masih berada di kapal,” kata Nanang saat on air di Radio Suara Surabaya, Senin (3/8/2026) pagi.

Evakuasi dilakukan menggunakan total delapan kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Sebagian korban telah dibawa menuju Surabaya dan Sumenep, sedangkan beberapa lainnya masih berada di kapal penyelamat di perairan Sumenep.

Total delapan kapal itu yakni, Kapal Meratus Pematang Siantar, KM Selaras, KN SAR Permadi 249, Kapal Ferindo 1, KRI Nala 363, TB Hasnur 26, Kapal Meratus Project 3, dan Kapal Bung Hatta.

Nanang menjelaskan, pada Minggu malam pukul 23.50 WIB, Kapal Meratus Pematang Siantar membawa 113 orang. Rinciannya, 111 orang selamat dan dua orang meninggal dunia.

Kemudian, KM Selaras membawa 13 orang dalam kondisi selamat sekitar pukul 06.00 WIB. KN SAR Permadi juga mengevakuasi sembilan orang selamat menuju pelabuhan di Sumenep.

Kapal Ferindo 1 tiba di Pelabuhan Tanjung Perak sekitar pukul 06.45 WIB dengan membawa sembilan orang. Sebanyak delapan orang selamat, sedangkan satu orang meninggal dunia.

“Baru saja pada pukul 06.45 tadi juga sudah masuk Kapal Ferindo 1 yang membawa sembilan orang ke Pelabuhan Tanjung Perak, dengan selamat delapan orang dan meninggal satu orang,” jelasnya.

Sejumlah korban kapal terbakar di Perairan Sumenep berdatangan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, setelah berhasil dievakuasi petugas gabungan, Senin (3/8/2026). Foto: Akira suarasurabaya.net

Sementara KRI Nala 363 masih dalam perjalanan menuju Surabaya dengan membawa 32 orang, terdiri atas 30 korban selamat dan dua korban meninggal dunia. Kapal itu diperkirakan bersandar di Koarmada II sekitar pukul 08.30 WIB.

“KRI Nala juga dalam proses perjalanan ke Surabaya dan perkiraan pukul 08.30 WIB akan sandar di Koarmada II, dengan membawa 32 orang, kondisi selamat 30 orang dan meninggal dunia dua orang,” kata Nanang.

Sejumlah korban juga masih berada di kapal-kapal yang beroperasi di perairan Sumenep. Di antaranya TB Hasnur 26 yang membawa 57 orang, serta Kapal Meratus Project 3 dan Bung Hatta.

“Untuk keseluruhan ada delapan kapal yang pada saat awal pelaksanaan operasi berada di wilayah ataupun sekitar lokasi kejadian. Kemudian kami melakukan e-broadcast agar kapal tersebut merapat ke lokasi kejadian dan melaksanakan evakuasi,” ujarnya.

Menurut Nanang, kapal terdekat yang pertama merespons antara lain Meratus Pematang Siantar, KM Selaras, dan Ferindo 1. Ia menjelaskan, kewajiban kapal yang berada di sekitar lokasi untuk memberikan pertolongan telah diatur dalam ketentuan SAR internasional.

“Itu memang sudah menjadi aturan internasional terkait dengan permintaan kepada kapal-kapal yang melintas untuk melaksanakan pertolongan ataupun melaksanakan SAR,” jelasnya.

Gelombang Tinggi Menghambat Evakuasi

Pada kesempatan itu, Nanang juga mengatakan gelombang tinggi menjadi salah satu tantangan dalam proses pemindahan korban dari KMP Mutiara Santosa 2 ke kapal-kapal penyelamat.

Kondisi kapal yang masih terbakar dan panas juga menyulitkan petugas maupun awak kapal lain saat mendekati lokasi. “Gelombang yang tinggi cukup menyulitkan pada saat proses evakuasi ataupun pemindahan korban dari kapal satu ke kapal yang lainnya,” kata Nanang.

“Di samping itu, kondisi pada awalnya ada api, kemudian kondisi panas yang tentunya cukup merepotkan pada saat mengevakuasi korban,” lanjutnya.

Beberapa penumpang bahkan mengalami luka akibat terbentur ketika berlari dan menyelamatkan diri. Namun, Basarnas belum menerima laporan adanya korban yang mengalami luka bakar.

Sejumlah penumpang juga memilih melompat ke laut karena panik saat api membesar. Nanang mengingatkan bahwa tindakan tersebut tetap memiliki risiko, terlebih ketika tim penyelamat telah berada di sekitar lokasi.

“Melompat ke laut itu merupakan suatu risiko. Apalagi pada saat itu sudah ada tim penyelamat ataupun yang akan mengevakuasi. Tapi kami bisa menyadari bahwa ada kepanikan tersendiri dari para penumpang,” ujarnya.

Basarnas masih memverifikasi data manifes karena terdapat kemungkinan orang yang tercatat tidak jadi berangkat, atau penumpang yang belum tercantum dalam data awal. Pencocokan data akan terus dilakukan untuk memastikan jumlah penumpang dan awak kapal, sekaligus mengetahui apakah seluruh orang di dalam KMP Mutiara Santosa 2 telah berhasil dievakuasi.

“Kami masih mencocokkan kembali, baik dari manifes awal kemudian data yang ada di owner kapal sendiri. Kami masih mencocokkan kembali apakah semua korban sudah terevakuasi, apakah masih ada yang belum terevakuasi,” jelas Nanang. (bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelaku Usaha Apresiasi Pemerintah untuk Wujudkan Indonesia Maju
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Omoda O4 Usung Cyber Mecha Design, Perkuat Identitas Bergaya Futuristis
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
KMP Mutiara Sentosa 2 Tujuan Makassar Terbakar, 5 Meninggal
• 15 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Lemahnya Kapasitas Politik Lokal dalam Otonomi Daerah
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Pertamina Pastikan Distribusi Energi di Jawa Bagian Barat Tetap Andal
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.