17 Situs Cagar Budaya Samarinda Jadi Ruang Edukasi Sejarah

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Samarinda: Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melestarikan sebanyak 17 situs cagar budaya. Langkah ini dilakukan guna memperkuat identitas serta sejarah daerah di tengah pesatnya pembangunan kota.

"Pelestarian 17 cagar budaya seperti Masjid Shiratal Mustaqim, Klenteng Thien Ie Kong, Tugu Kebangunan Nasional, hingga Makam La Mohang Daeng Mangkona ini menjadi prioritas utama kami untuk menjaga memori kolektif warga," kata Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Samarinda Barlin Hady Kusuma, dilansir dari Antara, Senin, 3 Agustus 2026.
 

Baca Juga :

Kapal Prince Soya Kebakaran di Pelabuhan Samarinda

Situs peninggalan bersejarah tersebut kini dikembangkan menjadi ruang publik alternatif yang sarat edukasi bagi kalangan pelajar serta masyarakat umum. Pengelolaannya diselaraskan dengan visi jangka panjang Pemkot Samarinda untuk mewujudkan kota pusat peradaban yang maju dan berkarakter.

"Kami berupaya memfasilitasi generasi muda agar dapat memanfaatkan objek cagar budaya sebagai sarana pembelajaran sejarah sekaligus tempat mengekspresikan karya seni," ujarnya.

Langkah pelindungan fisik cagar budaya tersebut dibarengi penguatan regulasi daerah agar keberadaan situs sejarah tidak tergerus oleh laju alih fungsi lahan. Sinergi bersama ratusan sanggar seni dan komunitas lokal terus diperkuat untuk menghidupkan suasana sejarah di sekitar kawasan destinasi wisata budaya.

"Kehadiran situs sejarah yang terawat dengan baik memberikan latar belakang pengetahuan yang sangat kuat bagi para wisatawan saat berkunjung ke daerah ini," sebut Barlin.


Masjid Shirathal Mustaqiem Samarinda, Kaltim, sebagai cagar budaya yang terus dilestarikan pemerintah kota. ANTARA/Ahmad Rifandi


Selain penataan fisik cagar budaya, pemerintah daerah juga gencar mendorong pendaftaran berbagai karya warisan budaya takbenda ke tingkat nasional. Dukungan fasilitas digitalisasi dan pameran berkala turut disiagakan di museum kota untuk mengenalkan ratusan koleksi artefak masa lalu kepada para pengunjung.

"Integrasi antara objek cagar budaya, museum, dan festival seni tahunan terbukti mampu membangkitkan kebanggaan warga terhadap kekayaan budaya lokalnya," tegasnya.

Pemerintah kota mengalokasikan program pembinaan berkelanjutan kepada para pelaku seni dan budayawan lokal. Tujuannya agar ekosistem pemajuan tradisi daerah dapat tumbuh secara mandiri.

Menurutnya, upaya pelestarian nilai sejarah secara menyeluruh ini dapat mendongkrak daya tarik pariwisata. Hal ini juga dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.

"Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama merawat peninggalan bersejarah ini agar jati diri Kota Samarinda tetap lestari hingga masa mendatang," tutur Barlin.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korupsi Ketimun: Tidak Semata Kancil yang Salah
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
3 Artis Korea Ini Siap Berangkat Wajib Militer pada Agustus 2026
• 29 menit lalubeautynesia.id
thumb
RESMI: Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Digelar di Bali
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Real Madrid: Piala Dunia Milik Publik, Bukan Komoditas Investor Swasta
• 4 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Peristiwa 3 Agustus: Berakhirnya Perang Padri hingga Petinggi PLO Dibunuh Agen Mossad di Paris
• 9 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.