Mobil listrik, seperti Wuling Aira ev yang baru saja diluncurkan memiliki keunggulan berupa biaya pemakaian yang jauh lebih hemat dibanding dengan kendaraan konvensional bermesin bensin atau diesel.
Pabrikan mengeklaim, biaya pengeluaran untuk pemakaian energi Aira ev hanya Rp 151 per kilometer. Ini berdasarkan pengujian yang dilakukan di China menggunakan unit Wuling Aira ev (Hongguang Mini ev) tipe Standard Range.
"Keluar konsumsi daya dari hasil uji tersebut 8,9 kWh per 100 kilometer atau kita konversi 11,2 km/kWh," kata Product Communication Manager Wuling Motors, Danang Wiratmoko ditemui di ICE BSD, Tangerang.
Data percobaan itu selanjutnya dikalkulasi dengan acuan tarif dasar listrik di Indonesia yang saat ini sebesar Rp 1.699 per kWh. Danang bilang, didapatkan angka operasional energi listrik Aira ev sebesar Rp 151 per kilometernya.
Menariknya, tidak hanya estimasi biaya operasional, efisiensinya juga terasa ketika menyangkut perawatan berkala Wuling Aira ev. Dijelaskan, estimasi pemeliharaan battery electric vehicle (BEV) kompak ini tidak akan membuat kantong pemiliknya jebol.
Danang bilang, itu karena mobil listrik secara konstruksi lebih sederhana dibandingkan dengan kendaraan konvensional berjenis ICE atau Internal Combustion Engine. Sehingga komponen yang terpasang memiliki periode penggantian lebih lama.
"Pemeriksaan rutin kalau mobil listrik biasanya kan memang agak berbeda dibanding konvensional yang masih ada mesinnya. Kalau ini biasanya kanvas rem, pelumas, terutama di reduction gear, lalu filter AC, dan sebagainya," pungkasnya.





