JAKARTA, KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis pada perdagangan Senin (3/8/2026).
Mata uang Garuda turun 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp18.031 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.022 per dolar AS.
Meski dibuka di zona merah, rupiah diperkirakan berpeluang menguat sepanjang perdagangan hari ini.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan ke Iran menjadi sentimen positif bagi pergerakan rupiah.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh harapan damai di Timteng setelah Trump mengatakan pada Minggu (2/8) pagi bahwa ia telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran menyusul permintaan dari Teheran dan negara-negara tetangganya di kawasan tersebut," ujar Lukman, Senin, dikutip dari Antara.
Baca Juga: Kondisi Rupiah dan IHSG usai Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI
Lukman menjelaskan, meredanya ketegangan di Timur Tengah meningkatkan harapan pasar terhadap stabilitas kawasan, sehingga berpotensi mengurangi tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.
Sebelumnya, Trump menyampaikan pembatalan rencana serangan dilakukan setelah adanya permintaan dari sejumlah negara di Timur Tengah yang meminta waktu untuk menyelesaikan kerangka kesepakatan damai.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump juga mengeklaim seluruh pihak telah menyepakati batas-batas dari potensi kesepakatan yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara segera, penuh, dan menyeluruh, serta diakhirinya ancaman nuklir Iran.
Trump mengatakan dirinya menyetujui pembatalan serangan tersebut "demi kepentingan masa depan dunia dan juga demi kelangsungan hidup Iran yang sukses dan makmur."
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV/Antara
- rupiah
- nilai tukar rupiah
- dolar AS
- Timur Tengah
- Donald Trump
- rupiah terhadap Dolar




