Warung Bude Pecel Khas Wonogiri, usaha kuliner keluarga yang dirintis sejak 1998, kini memanfaatkan akal imitasi (AI) untuk engelola bisnis sehari-hari. Pemanfaatan teknologi ini diklaim membantu pemilik usaha memahami performa toko, mengelola operasional, hingga mengambil keputusan bisnis berdasarkan data.
Usaha itu dikelola Moris Suhendi, yang melanjutkan bisnis keluarga setelah sebelumnya membantu sang ibu berjualan dan sempat menjadi Mitra Pengemudi Grab. Kini, selain memanfaatkan GrabFood untuk memperluas jangkauan pelanggan, Moris menggunakan fitur Asisten AI GrabMerchant untuk mendukung pengelolaan usahanya.
Salah satu rekomendasi dari Asisten AI GrabMerchant yang diterapkan Moris adalah menggabungkan dua porsi Pecel Campur menjadi menu bundling bernama Paket Duo Hemat (2X Pecel Campur). Berdasarkan informasi yang ia peroleh melalui fitur ini, sejak diperkenalkan pada April 2026, penjualan menu bundling itu meningkat 48,42% dibandingkan penjualan menu Pecel Campur satuan.
Kisah Warung Bude Pecel Khas Wonogiri menjadi bagian dari kampanye Grab Indonesia bertajuk "Temukan Jawaban untuk Apa Pun" yang diluncurkan pada 12 Juni 2026. Kampanye tersebut bertujuan memperkenalkan AI sebagai alat bantu yang praktis dan mudah digunakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Grab, dalam waktu kurang dari lima bulan, mitra merchant telah berinteraksi dengan Asisten AI GrabMerchant lebih dari satu juta kali, dengan tingkat kepuasan pengguna mencapai 96,1%.
Perjalanan Warung Bude Pecel Khas Wonogiri dimulai pada 1998 ketika orang tua Moris merantau ke Tangerang. Sang ibu, Sari, memulai usaha dengan menjual pecel keliling menggunakan resep khas Wonogiri. Ia berjualan di sekitar sekolah dasar, pasar, hingga kompleks permukiman.
Setelah menyelesaikan sekolah, Moris mulai membantu usaha keluarga tersebut. Pada 2019, ia bergabung sebagai Mitra Pengemudi Grab. Setiap pagi, ia membantu menyiapkan masakan sebelum mengantar paket pada siang hari.
Dari pekerjaannya sebagai pengemudi, Moris melihat banyak usaha kuliner mulai menerima pesanan melalui platform digital. Pengalaman itu mendorongnya mendaftarkan Warung Bude Pecel Khas Wonogiri sebagai Mitra Merchant GrabFood pada 2021.
Sejak bergabung, pelanggan usaha keluarganya tidak lagi terbatas di sekitar Kelurahan Tajur, tetapi juga berasal dari wilayah lain seperti Bintaro hingga Kunciran.
"Sebelumnya, ibu saya hanya berjualan di lingkungan sekitar Kelurahan Tajur. Setelah bergabung dengan Grab, jangkauan pelanggan menjadi lebih luas. Pesanan bisa datang dari Bintaro hingga Kunciran. Pelanggan yang sebelumnya tidak mengetahui usaha kami akhirnya bisa menemukan dan membeli menu kami," ujar Moris.
Dalam pengembangan usahanya, Moris juga memperoleh dukungan pendanaan melalui program GrabModal Mantul Challenge. Setelah menjadi pemenang program tersebut, ia memperoleh pinjaman modal usaha senilai lebih dari Rp 10 juta.
Seiring berkembangnya usaha, Moris mulai memanfaatkan berbagai fitur di aplikasi GrabMerchant. Ketika Asisten AI GrabMerchant tersedia, ia menggunakannya untuk membantu berbagai aktivitas operasional, seperti mengubah jam operasional, mengatur jadwal khusus, hingga menonaktifkan menu yang sedang tidak tersedia.
"Asisten AI ini benar-benar saya gunakan sebagai asisten, sesuai dengan namanya. Kalau ingin memperpanjang jam buka, mengubah jadwal khusus untuk hari itu, atau mematikan menu yang sudah habis, prosesnya jadi lebih mudah. Dulu harus mengatur semuanya secara manual. Sekarang ada shortcut untuk membantu manajemen aplikasi," katanya.
Menurut Moris, AI tidak hanya membantu operasional, tetapi juga mempermudah memahami analisis bisnis yang sebelumnya dianggap rumit. Ia memanfaatkan fitur tersebut untuk mengevaluasi promosi dengan mempertimbangkan harga jual, besaran potongan, serta komisi agar margin usaha tetap terjaga.
"Fitur ini seperti kamus untuk GrabMerchant. Informasi yang sebelumnya sulit saya pahami sekarang bisa saya tanyakan dari A sampai Z. Penjelasannya lebih mudah dimengerti, sehingga saya bisa memahami analisis usaha saya," ujar Moris.
Ia menambahkan, ketika harga bahan baku naik atau ingin membuat program promosi, ia menggunakan AI untuk mengecek kembali apakah harga jual yang diterapkan masih aman sehingga lebih percaya diri dalam mengambil keputusan.
Salah satu rekomendasi yang kemudian diterapkan adalah membuat menu bundling Paket Duo Hemat yang berisi dua porsi Pecel Campur. Menurut Moris, paket tersebut mendapat respons positif dari pelanggan hingga menjadi menu yang paling sering dipesan.
Berdasarkan informasi yang ia peroleh melalui Asisten AI GrabMerchant, sejak diluncurkan pada April 2026, penjualan Paket Duo Hemat meningkat 48,42% dibandingkan penjualan Pecel Campur satuan.
Keaktifannya memanfaatkan Asisten AI GrabMerchant juga membawanya mengikuti tantangan Merchant Paling lihAI dan menjadi salah satu pemenang yang memperoleh hadiah logam mulia. Namun, menurut Moris, manfaat terbesar yang ia rasakan adalah pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam operasional usaha.
Saat ini Moris mengelola langsung proses memasak dan operasional Warung Bude Pecel Khas Wonogiri bersama istrinya. Warung tersebut paling ramai melayani pelanggan pada pagi hari, terutama pukul 07.00-08.30, dengan permintaan yang cenderung lebih tinggi pada akhir pekan.
Ke depan, Moris berencana memanfaatkan Asisten AI GrabMerchant untuk membantu menyusun target usaha dan menentukan langkah pengembangan bisnis secara bertahap.
Adopsi AI di Kalangan UMKM MeningkatGrab menyatakan penggunaan Asisten AI GrabMerchant terus meningkat. Sepanjang periode awal tahun hingga Mei, sebanyak 59,2% gerai merchant Grab di Indonesia tercatat aktif menggunakan fitur tersebut untuk mendukung pengelolaan usaha sehari-hari.
Country Marketing and Communications Head Grab Indonesia Melinda Savitri mengatakan perusahaan ingin memastikan teknologi AI dapat dimanfaatkan secara inklusif oleh berbagai skala usaha, termasuk UMKM keluarga.
"Kami ingin memastikan teknologi AI dapat dimanfaatkan secara inklusif oleh berbagai skala usaha, termasuk UMKM keluarga. Karena itu, Asisten AI GrabMerchant dirancang agar mudah digunakan dan relevan dengan kebutuhan merchant, sehingga dapat mendukung mereka dalam mengelola dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan," ujar Melinda.
Ia berharap semakin banyak merchant memanfaatkan fitur AI yang telah disediakan Grab untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan usaha mereka.




