Cianjur (ANTARA) - Kebun Raya Cibodas di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat Bunga Sakura (Prunus cerasoides) salah satu koleksi tanaman yang selalu dinantikan masyarakat, terutama wisatawan, saat ini tengah mekar di kawasan wisata berhawa pegunungan itu.
Branch Manager Kebun Raya Cibodas Dede Dani Rudiansyah saat dihubungi, Senin, mengatakan Bunga Sakura di Kebun Raya Cibodas memiliki karakteristik unik karena dapat mekar dua kali dalam setahun, tepatnya pada periode Januari–Februari dan Juli–Agustus.
Namun kualitas dan lamanya masa berbunga sangat dipengaruhi kondisi cuaca, kata dia, dimana kondisi mekarnya bunga pada periode ini terpantau cukup baik sehingga menjadi momen yang tepat bagi pengunjung untuk menikmati keindahan Sakura di Kebun Raya Cibodas.
Baca juga: Tiga wilayah yang jadi lokasi pertama bunga sakura bermekaran
"Pada musim mekar kali ini, kondisi Bunga Sakura cukup baik. Kuncup mulai muncul pada minggu kedua Juli dan mulai bermekaran pada minggu ketiga Juli," kata Dede.
Jika cuaca cerah dan mendukung, tutur dia, bunga dapat bertahan mekar selama sekitar satu hingga dua minggu, namun ketika hujan turun terus-menerus, bunga biasanya mulai berguguran dalam waktu tiga hingga lima hari.
Prunus cerasoides merupakan tumbuhan berkayu dari suku Rosaceae yang menggugurkan daun menjelang masa berbunga, pohon akan merontokkan sebagian besar daunnya sehingga bunga berwarna merah muda hingga putih dapat bermekaran hampir secara serempak.
Baca juga: Bunga sakura mekar di kebun raya Cibodas
Fenomena tersebut menciptakan panorama khas yang menjadi salah satu daya tarik utama Kebun Raya Cibodas, keunikan Sakura yang mekar dua kali dalam setahun menjadikan Kebun Raya Cibodas sebagai salah satu destinasi favorit wisata alam dan edukasi.
"Seiring mekarnya Bunga Sakura di Kebun Raya Cibodas, dapat dinikmati masyarakat khususnya wisatawan tanpa harus jauh-jauh ke luar negeri," katanya.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momen musim mekarnya Sakura dengan tetap menjaga kelestarian koleksi tanaman, tidak memetik bunga tidak merusak tanaman, menjaga kebersihan kawasan, serta mematuhi seluruh peraturan yang berlaku.
Baca juga: Festival bunga sakura dengan pemandangan gunung Fuji dibatalkan
Branch Manager Kebun Raya Cibodas Dede Dani Rudiansyah saat dihubungi, Senin, mengatakan Bunga Sakura di Kebun Raya Cibodas memiliki karakteristik unik karena dapat mekar dua kali dalam setahun, tepatnya pada periode Januari–Februari dan Juli–Agustus.
Namun kualitas dan lamanya masa berbunga sangat dipengaruhi kondisi cuaca, kata dia, dimana kondisi mekarnya bunga pada periode ini terpantau cukup baik sehingga menjadi momen yang tepat bagi pengunjung untuk menikmati keindahan Sakura di Kebun Raya Cibodas.
Baca juga: Tiga wilayah yang jadi lokasi pertama bunga sakura bermekaran
"Pada musim mekar kali ini, kondisi Bunga Sakura cukup baik. Kuncup mulai muncul pada minggu kedua Juli dan mulai bermekaran pada minggu ketiga Juli," kata Dede.
Jika cuaca cerah dan mendukung, tutur dia, bunga dapat bertahan mekar selama sekitar satu hingga dua minggu, namun ketika hujan turun terus-menerus, bunga biasanya mulai berguguran dalam waktu tiga hingga lima hari.
Prunus cerasoides merupakan tumbuhan berkayu dari suku Rosaceae yang menggugurkan daun menjelang masa berbunga, pohon akan merontokkan sebagian besar daunnya sehingga bunga berwarna merah muda hingga putih dapat bermekaran hampir secara serempak.
Baca juga: Bunga sakura mekar di kebun raya Cibodas
Fenomena tersebut menciptakan panorama khas yang menjadi salah satu daya tarik utama Kebun Raya Cibodas, keunikan Sakura yang mekar dua kali dalam setahun menjadikan Kebun Raya Cibodas sebagai salah satu destinasi favorit wisata alam dan edukasi.
"Seiring mekarnya Bunga Sakura di Kebun Raya Cibodas, dapat dinikmati masyarakat khususnya wisatawan tanpa harus jauh-jauh ke luar negeri," katanya.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momen musim mekarnya Sakura dengan tetap menjaga kelestarian koleksi tanaman, tidak memetik bunga tidak merusak tanaman, menjaga kebersihan kawasan, serta mematuhi seluruh peraturan yang berlaku.
Baca juga: Festival bunga sakura dengan pemandangan gunung Fuji dibatalkan





