Blitar (beritajatim.com) — Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan pembukaan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Blitar yang semula direncanakan pada tanggal 31 Juli mengalami penyesuaian jadwal. Pemerintah Kota Blitar menargetkan fasilitas pendidikan berasrama tersebut siap beroperasi penuh pada pertengahan bulan, tepatnya sekitar tanggal 15 Agustus 2026.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin mengungkapkan bahwa pergeseran jadwal ini dipicu oleh proses pengerjaan akhir sekolah rakyat, termasuk penyelesaian konstruksi, pembersihan area, serta penyiapan sarana dan prasarana pendukung.
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh fasilitas sekolah berada dalam kondisi matang dan nyaman saat menyambut kedatangan para siswa.
Menjawab pertanyaan wartawan terkait penundaan tersebut, pria yang akrab disapa Mas Ibin itu menegaskan bahwa dinamika pada tahap finishing bangunan merupakan hal yang lumrah dalam sebuah proyek infrastruktur publik, khususnya fasilitas pendidikan berasrama.
“Saya kira hal yang biasa ya di proses konstruksi, pembersihan, dan sebagainya. Penyiapan tentunya butuh waktu. Kita betul-betul menyiapkan agar tempat untuk siswa karena berasrama betul-betul sudah siap, rapi, dan bersih, sehingga anak-anak masuk dengan posisi nyaman,” ujar Wali Kota Blitar, Senin (3/8/2027).
Meskipun jadwal dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) bergeser dari rencana awal, Pemkot Blitar optimistis hal tersebut tidak akan mengurangi pemenuhan capaian kurikulum maupun ketertinggalan akademik peserta didik di semua tingkatan.
Konsep sekolah berbasis asrama (boarding school) disebut menjadi nilai tambah utama yang memungkinkan skema pembelajaran dilakukan secara lebih fleksibel dan intensif.
Karena siswa tinggal di dalam komplek asrama, alokasi waktu belajar dapat diatur secara full-day dan lebih panjang dibandingkan sekolah reguler. Penyesuaian materi pembelajaran dinilai dapat dikejar secara efektif tanpa risiko siswa tertinggal pelajaran.
“Karena siswa-siswi nanti sekolahnya asrama, belajarnya lebih bisa full dan lebih panjang. Untuk teknisnya sangat gampang untuk pelajaran di semua tingkatan. Walaupun masuk agak belakangan, saya kira tidak akan ketinggalan mata pelajaran karena sifatnya nanti lebih intensif,” pungkasnya.
Dengan penyiapan fasilitas yang matang dan skema pembelajaran terpadu, Pemkot Blitar berharap pelaksanaan MPLS pada pertengahan bulan mendatang dapat berlangsung lancar serta memberikan iklim belajar yang aman dan kondusif bagi seluruh siswa baru. (owi/aje)




