Jakarta (ANTARA) - PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo membukukan laba setelah pajak sebesar Rp1,69 triliun pada 2025 yang ditopang oleh tiga lini bisnis yaitu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Proyek Strategis Nasional (PSN), serta asuransi mikro.
“Askrindo hadir menghubungkan kekuatan UMKM dan proyek strategis nasional, sekaligus mentransformasikan risiko menjadi penggerak pertumbuhan dan pilar ketahanan ekonomi Indonesia,” kata Direktur Utama PT Askrindo M. Fankar Umran dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Penguatan performa bisnis di berbagai lini sepanjang 2025 disebut turut mendongkrak pendapatan premi serta profitabilitas perusahaan secara signifikan di tengah dinamika perekonomian nasional.
Askrindo mencatat pertumbuhan dengan aset perusahaan menembus angka Rp31 triliun. Menurut Fankar, penguatan ini didorong oleh strategi portofolio yang berkualitas dan pengelolaan risiko yang disiplin.
Dia menambahkan, Askrindo telah memperkuat Governance, Risk & Compliance melalui penurunan profil risiko dan implementasi risk awareness yang lebih disiplin di seluruh organisasi.
Implementasi PSAK 117 pada laporan keuangan juga disebut menjadi katalis positif yang mengedepankan transparansi dan keselarasan dengan praktik global.
“Opini audit Wajar Tanpa Modifikasian dari RSM Indonesia (per 19 Juni 2026) memperkokoh posisi Askrindo sebagai perusahaan asuransi yang kredibel dan profesional dalam mengelola risiko secara terstruktur dan sistematis,” ujarnya menambahkan.
Saat ini, lanjut Fankar, Askrindo terus berfokus memperkuat fundamental bisnis melalui mitigasi risiko yang disiplin serta peningkatan kolaborasi dengan mitra perbankan dan instansi terkait.
Askrindo juga secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif strategis untuk mempercepat layanan dan meningkatkan akurasi penilaian risiko (prudent underwriting).
“Pertumbuhan berkualitas adalah hasil dari tata kelola yang kuat. Ini bukan hanya tentang angka laba, tapi bukti nyata bahwa governance yang solid dan transparansi adalah fondasi kepercayaan stakeholder serta kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi nasional,” tutur dia.
Baca juga: Askrindo siapkan asuransi risiko proyek infrastruktur di Tasikmalaya
Baca juga: Laba bersih Tugu Insurance capai Rp480,29 miliar pada semester I 2026
Baca juga: Pakar: Penerapan PSAK 117 perkuat transparansi industri asuransi
“Askrindo hadir menghubungkan kekuatan UMKM dan proyek strategis nasional, sekaligus mentransformasikan risiko menjadi penggerak pertumbuhan dan pilar ketahanan ekonomi Indonesia,” kata Direktur Utama PT Askrindo M. Fankar Umran dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Penguatan performa bisnis di berbagai lini sepanjang 2025 disebut turut mendongkrak pendapatan premi serta profitabilitas perusahaan secara signifikan di tengah dinamika perekonomian nasional.
Askrindo mencatat pertumbuhan dengan aset perusahaan menembus angka Rp31 triliun. Menurut Fankar, penguatan ini didorong oleh strategi portofolio yang berkualitas dan pengelolaan risiko yang disiplin.
Dia menambahkan, Askrindo telah memperkuat Governance, Risk & Compliance melalui penurunan profil risiko dan implementasi risk awareness yang lebih disiplin di seluruh organisasi.
Implementasi PSAK 117 pada laporan keuangan juga disebut menjadi katalis positif yang mengedepankan transparansi dan keselarasan dengan praktik global.
“Opini audit Wajar Tanpa Modifikasian dari RSM Indonesia (per 19 Juni 2026) memperkokoh posisi Askrindo sebagai perusahaan asuransi yang kredibel dan profesional dalam mengelola risiko secara terstruktur dan sistematis,” ujarnya menambahkan.
Saat ini, lanjut Fankar, Askrindo terus berfokus memperkuat fundamental bisnis melalui mitigasi risiko yang disiplin serta peningkatan kolaborasi dengan mitra perbankan dan instansi terkait.
Askrindo juga secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif strategis untuk mempercepat layanan dan meningkatkan akurasi penilaian risiko (prudent underwriting).
“Pertumbuhan berkualitas adalah hasil dari tata kelola yang kuat. Ini bukan hanya tentang angka laba, tapi bukti nyata bahwa governance yang solid dan transparansi adalah fondasi kepercayaan stakeholder serta kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi nasional,” tutur dia.
Baca juga: Askrindo siapkan asuransi risiko proyek infrastruktur di Tasikmalaya
Baca juga: Laba bersih Tugu Insurance capai Rp480,29 miliar pada semester I 2026
Baca juga: Pakar: Penerapan PSAK 117 perkuat transparansi industri asuransi





