Pengusaha Sulsel Didorong Bersatu, Kadin Perkuat Regenerasi

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Upaya membangkitkan kembali peran pengusaha Sulawesi Selatan menjadi perhatian serius kalangan senior Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan. Regenerasi pengusaha serta penguatan kolaborasi antarsaudagar dinilai menjadi kunci agar pelaku usaha lokal mampu kembali menjadi motor penggerak perekonomian daerah di tengah persaingan yang semakin ketat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam silaturahmi para pengurus senior Kadin Sulsel yang digelar di Graha Pena Fajar, Makassar, Senin (3/8/2026). Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 30 pengusaha senior lintas periode kepengurusan Kadin Sulsel.

Salah seorang pengurus Kadin Sulsel di era “empat kabinet” Ketua KADIN SulSel, H. M. Jusuf Kalla, H. M Aksa Machmud, H. M. Zulkarnain Arief, dan terakhir H. Andi Iwan Aras, Zulkifli Gani Ottoh, mengatakan forum tersebut digagas oleh H. M Aksa Machmud, sebagai upaya menyatukan kembali para pengusaha Sulawesi Selatan yang selama ini dinilai berjalan sendiri-sendiri.

Menurutnya, H. M. Aksa Machmud, memotivasi kami yang hadir dalam pertemuan itu, agar semangat kebersamaan yang dulu menjadi kekuatan Saudagar Bugis-Makassar jangan sampai memudar. Gejala kondisi itu mulai terlihat dengan semakin minimnya kolaborasi antarpengusaha, baik yang berada di Sulawesi Selatan maupun yang telah mengembangkan usaha di berbagai daerah di Indonesia.

“Yang menjadi perhatian, adalah pengusaha kita sekarang cenderung berjalan sendiri-sendiri. Akibatnya, kekuatan ekonomi pengusaha Sulawesi Selatan tidak lagi terkonsolidasi seperti dulu,” ujar Zulkifli Gani Ottoh, yang akrab disapa Zugito, mengutip pernyataan H. M. Aksa Machmud.

Ia menilai, persoalan tersebut juga dipengaruhi oleh lemahnya regenerasi. Banyak generasi penerus pengusaha yang tidak lagi melanjutkan atau mengembangkan usaha keluarga, sehingga estafet bisnis tidak berjalan optimal.

Menurutnya, perubahan zaman dan perkembangan teknologi membuat sebagian generasi muda memiliki orientasi usaha yang berbeda, dibanding pendahulunya.

Akibat kondisi tersebut, keberadaan Kadin sebagai organisasi dunia usaha juga dinilai mengalami penurunan peran. Banyak pelaku usaha yang tidak lagi memperpanjang keanggotaan maupun aktif dalam organisasi.

“Pengusaha sudah tidak melihat Kadin sebagai kebutuhan. Organisasi ini perlu kembali diperkuat agar mampu menjadi rumah besar bagi dunia usaha,” katanya.

Selain itu, forum juga menyoroti munculnya berbagai sektor usaha baru di Makassar, seperti bisnis kafe dan warung kopi, yang sebagian besar justru dikelola investor dari luar Sulawesi Selatan.

“Jangan sampai masyarakat kita hanya menjadi konsumen, sementara pemilik usahanya berasal dari luar daerah. Pengusaha lokal harus menjadi pelaku utama di daerahnya sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Kadin Sulsel juga didorong menghimpun para pengusaha muda, termasuk generasi penerus pelaku usaha yang telah berhasil mengembangkan bisnis keluarga, maupun membangun usaha baru.

“Kami ingin anak-anak pengusaha saling mengenal, membangun jejaring, dan memperkuat kolaborasi, agar regenerasi berjalan dengan baik,” jelas Zugito.

Forum tersebut juga mendorong penguatan kembali keanggotaan Kadin melalui koordinasi dengan Kadin Indonesia. Menurut Zugito, organisasi yang dibentuk berdasarkan undang-undang tersebut perlu kembali memiliki peran strategis dalam mendukung iklim usaha nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pilot Malaysia Pembawa 70 Ribu Ekstasi Sedia Botol Urine Negatif Narkoba Buat Antisipasi Pemeriksaan Petugas
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Trump Telpon Pangeran MBS sebelum Batalkan Serangan ke Iran
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menkes Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Kanker
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
3 Ancaman Nyata dari Timnas Indonesia kepada Vietnam di Piala AFF 2026 Jelang Kontra 3 Agustus 2026
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Emiten Tambang (DOID) Catat Pendapatan Rp 12,4 T per Semester I 2026
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.