Robert Budi Hartono resmi menjadi pemegang saham pengendali terakhir (PSPT) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) setelah wafatnya sang kakak, Bambang Hartono.
IDXChannel – Robert Budi Hartono resmi menjadi pemegang saham pengendali terakhir (PSPT) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) setelah wafatnya sang kakak, Bambang Hartono.
Di balik perubahan struktur pengendalian bank swasta terbesar di Indonesia itu, Robert juga tetap menjadi salah satu orang terkaya di Tanah Air.
Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires per 3 Agustus 2026, kekayaan Robert Budi Hartono mencapai USD15,7 miliar. Dengan asumsi kurs Rp17.996 per USD, nilai kekayaannya setara sekitar Rp282,54 triliun.
Dengan nilai tersebut, Robert menempati posisi ke-184 orang terkaya di dunia. Di daftar orang terkaya Indonesia, ia berada di peringkat ketiga, di bawah Low Tuck Kwong yang memiliki kekayaan USD16,8 miliar dan Prajogo Pangestu dengan kekayaan USD16,1 miliar, sementara berada di atas keluarga Tahir yang memiliki kekayaan USD9 miliar.
Mayoritas kekayaan Robert berasal dari kepemilikannya di Bank Central Asia (BCA). Bersama mendiang Bambang Hartono, keluarga Hartono mengakuisisi saham BCA setelah Grup Salim kehilangan kendali atas bank tersebut saat krisis ekonomi Asia 1997-1998.
Selain BCA, keluarga Hartono juga memiliki bisnis rokok kretek melalui Djarum, jaringan properti premium di Jakarta, hingga Polytron yang pada 2025 masuk ke bisnis kendaraan listrik (EV) dengan meluncurkan dua model mobil listrik.
Pada 2022, mereka juga membawa PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), induk e-commerce Blibli, melantai di Bursa Efek Indonesia melalui salah satu IPO terbesar di Indonesia saat itu.
Sebelumnya, BCA mengumumkan perubahan pengendalian perseroan setelah wafatnya Bambang Hartono.
Perubahan tersebut disampaikan dalam laporan informasi atau fakta material kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diterbitkan pada 31 Juli 2026.
Corporate Secretary BCA Rudy Budiardjo menjelaskan, perubahan itu terjadi karena meninggalnya Bambang Hartono yang merupakan pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan (DIA), pemegang saham pengendali terakhir BCA.
Sebelumnya, pengendalian PT DIA berada di tangan Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Setelah Bambang wafat, pengendalian PT DIA beralih sepenuhnya kepada Robert Budi Hartono.
Meski demikian, porsi kepemilikan Robert di PT DIA tetap tidak berubah, yakni 51 persen dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.
Sejalan dengan perubahan tersebut, Robert Budi Hartono kini resmi menjadi pengendali terakhir BCA.
Perseroan juga mengungkapkan telah menerima surat OJK tertanggal 29 Juli 2026 mengenai struktur kepemilikan akhir BCA yang menyatakan perubahan tersebut telah dicatat dalam administrasi pengawas.
BCA menegaskan perubahan pengendalian tersebut tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi maupun kinerja keuangan, serta kelangsungan usaha perseroan. (Aldo Fernando)





