Siswa SMKN 6 Semarang Trauma Akibat Kasus Keracunan MBG, Sekolah Anjurkan Bawa Bekal dari Rumah

narasi.tv
4 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak 707 orang yang terdiri atas 693 siswa dan 14 guru SMKN 6 Semarang dilaporkan mengalami gejala dugaan keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat lalu (31/7/2026). Sebanyak 15 di antaranya sempat menjalani rawat inap, dan kini tersisa 10 siswa masih dirawat.

Tim medis dari Puskesmas Halmahera dan ambulans datang ke sekolah untuk memberikan penanganan medis. Beberapa siswa mendapatkan infus langsung di sekolah, sementara sebagian yang kondisinya lebih serius dirujuk ke puskesmas dan rumah sakit.

Mereka mendapatkan perawatan di faskes terdekat dengan tempat tinggalnya, di antaranya di RSD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang, RS Bhakti Wira Tamtama, RS Panti Wilasa, RS Permata Medika, hingga Puskesmas Halmahera.

Berti Sagendra selaku Kepala SMKN 6 Semarang menerangkan sebagian besar siswa telah membaik dan diperkirakan akan pulang dalam waktu dekat.

"Kecuali yang dirawat intensif di rumah sakit, mungkin ada yang diperbolehkan hari ini pulang, ada yang harus menunggu hari Senin karena katanya dokter harus menunggu antibiotiknya dihabiskan dulu," ungkap Berti dikutip dari Kompas, Senin (3/8/2026).

Anjuran Bawa Bekal dari Rumah

Meskipun sebagian besar siswa dan guru kini menunjukkan perbaikan kondisi kesehatan, beberapa korban masih mengalami trauma dan ketidaknyamanan akibat keracunan tersebut.

Sejumlah orangtua juga melaporkan gejala serupa pada anak-anak mereka yang menyebabkan kekhawatiran yang mendalam hingga mereka harus mengambil langkah menjemput atau memulangkan anak lebih awal dari sekolah.

Dalam menanggapi kasus keracunan MBG ini, kata Berti, sekolahnya terus membuka posko untuk pelaporan selama 24 jam. Lebih lanjut, sekolah yang ia pimpin kini juga menganjurkan siswa membawa bekal makanan dari rumah sebab layanan MBG dihentikan sementara.

Menurutnya penghentian distribusi MBG dari SPPG terkait sangat penting untuk pemulihan psikologis korban yang masih trauma.

"Kami minta dihentikan dulu saja soalnya biar trauma anak-anak itu selesai dulu," imbuh Berti.

Harapan Adanya Evaluasi MBG

Akibat kasus keracunan MBG tersebut, Berti mengaku sempat bertemu dengan Bos BGN Sudaryono ketika menjenguk siswa yang dirawat di RS Bhakti Wira Tamtama Semarang pada Sabtu (1/8/2026) kemarin.

"Beliau menyampaikan menitip anak-anak ya, tolong dijaga. Selebihnya menyampaikan doa ke siswa yang terdampak, kemudian menyampaikan komitmen memperbaiki MBG dan memberikan santunan juga," ujarnya.

Berti menjelaskan BGN akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban keracunan. Berti juga berharap program MBG segera dievaluasi di seluruh tahapan supaya dapat menyajikan makanan yang layak dan aman untuk konsumsi masyarakat.

"Harapan kami seperti harapan Bapak Kepala BGN. Jadi makanan yang disajikan itu seperti makanan di rumah sakit kemarin, jadi makanannya sehat tidak menimbulkan masalah di kesehatan, justru menambah kesehatan anak," ucapnya.

Penyebab Keracunan Menu MBG

Menu MBG yang disajikan pada hari kejadian berupa ayam rendang dan sayur daun singkong. Beberapa siswa mengeluhkan kondisi makanan yang tidak layak konsumsi.

Siswa dari kelas 12 Kecantikan, Helena, mengungkapkan bahwa ayam rendang yang disantap terlihat belum matang sempurna dengan daging yang masih berwarna merah dan berdarah di bagian dalam. Selain itu, ditemukan adanya ulat pada daun singkong yang disajikan sebagai sayuran.

"Ayam rendang, tapi di dalam dagingnya kayak yang nggak matang, masih ada merah darahnya. Terus teman kita nemuin ada ulat di daun singkongnya," ungkap Helena, dikutip dari Detik.

Siswa kelas 11 Busana, Aura, juga melaporkan kondisi serupa dengan keluhan mulas dan mual setelah menyantap menu yang diduga kurang higienis tersebut.

"Kemarin menunya ayam rendang sama sayur daun singkong. Menurut aku sayurnya rada-rada, masih berdarah gitu. Jam 9 kemarin makan MBG. Aku malam terus paginya juga mulas, terus mual," bebernya.

SPPG Disetop Sementara

Sebagai tindak lanjut serius setelah kejadian ini, Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk menyetop sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi yang memasok MBG untuk SMKN 6 Semarang. Suspensi ini bertujuan melakukan investigasi mendalam dan evaluasi menyeluruh demi menjamin keamanan serta kualitas makanan yang akan disajikan kepada siswa.

"Makanya dapur kami suspend sementara karena buat kami di BGN, keselamatan penerima manfaat jadi yang utama dan prioritas", beber Koordinator KPPG Semarang Hadi Riajaya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/8/2026), mengutip Detik.

Pemantauan kesehatan para korban juga terus dilakukan oleh sekolah bersama dinas kesehatan, dengan komunikasi intensif ke orangtua siswa untuk memastikan kondisi terkini. Sebagian besar korban telah memperlihatkan tanda-tanda pemulihan yang menggembirakan, meskipun trauma psikologis akibat keracunan masih menjadi perhatian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: Pemerintah Siap Gelontorkan Bansos Beras Senilai Rp 17,52 T
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Muktamar ke-35, Gus Ipul: 501 Cabang dan Wilayah NU Masuk Daftar Peserta Sementara
• 3 jam laludisway.id
thumb
Heboh Anaknya Dituding Nonton K-Pop Pakai APBN, Dimyati: Dia Kerja di Korsel
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Diding Boneng Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pengadilan Tipikor Jakarta Meregister Perkara Korupsi Haji Gus Yaqut, Jadwal Sidang Belum Ditetapkan
• 2 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.