Menag Tegaskan Masjid Harus Jadi Pusat Pemberdayaan Umat dan Rumah Besar Kemanusiaan

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan fungsi masjid perlu terus diperluas sebagai pusat pemberdayaan masyarakat agar memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sosial, kemanusiaan, dan pembangunan bangsa, sebagaimana disampaikan di Jakarta, Senin.

“Bukan umat yang memberdayakan masjid, tapi masjid yang memberdayakan umat,” ungkap Menag Nasaruddin Umar.

Peran Masjid Diperluas

Menag mengatakan transformasi fungsi masjid telah mulai berjalan di Indonesia, salah satunya dengan dimanfaatkan sebagai posko pelayanan masyarakat selama arus mudik.

Menurutnya, perluasan fungsi tersebut sejalan dengan teladan pada masa Rasulullah SAW ketika masjid menjadi pusat penyelenggaraan berbagai urusan masyarakat dan pemerintahan.

“Kita lihat masjidnya Rasulullah berfungsi sebagai sekretariat negara. Semua persoalan-persoalan pemerintahan diselesaikan di masjid. Jadi masjid itu adalah rumah besar untuk kemanusiaan,” ujarnya.

Menag menilai imam masjid memiliki peran yang semakin strategis karena tidak hanya memimpin ibadah, tetapi juga menggerakkan fungsi sosial masjid sebagai pusat pelayanan, pemberdayaan, dan penyebaran nilai-nilai perdamaian.

IGIC 2026 Perkuat Jejaring Imam Dunia

Menag menjelaskan semangat tersebut menjadi salah satu tujuan penyelenggaraan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang akan mempertemukan para imam dari berbagai negara pada September 2026.

“Kita ingin imam Indonesia bukan hanya menjadi imam yang baik bagi jamaahnya, tetapi juga menjadi duta perdamaian Indonesia yang mampu membawa pengalaman Islam Indonesia ke panggung dunia,” katanya.

Konferensi internasional itu ditargetkan menghadirkan sekitar 400 imam besar dari berbagai negara sebagai wadah memperkuat jejaring dan pertukaran pengalaman dalam pengelolaan masjid serta penguatan peran imam di tingkat global.

“Dan akan hadir sekitar 400 imam-imam besar dunia, termasuk kita usahakan Insya Allah, Sheikh Sudais akan datang, kemudian juga imam besar yang lain termasuk Grandsheikh Al-Azhar kita juga undang. Dari Amerika, dari Eropa, dari Jepang, Korea, semua imam-imam besar pada negara-negara terutama negara-negara besar itu akan datang secara simbolik di Indonesia,” ungkapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Legislator: Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Lebih dari Musibah
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Serangan Drone Militer Sudan Tewaskan 35 Orang di Darfur Utara
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tinjau Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II, Menhub Pastikan Operasi Pencarian Terus Berjalan
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sambut HUT ke-81 RI, Warga Wonosari Gotong Royong Percantik Desa
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
WARNING! Prabowo Soroti Geopolitik Dunia Makin Rawan, Tegaskan Sikap & Posisi Indonesia
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.