Pasar Melonjak, Industri Olahraga Raup Untung dari Gaya Hidup Sehat Warga RI

katadata.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis prospek industri pakaian olahraga (sportwear) nasional akan menguat. Nilai pasar sportwear Indonesia diproyeksikan meningkat dari Rp38,5 triliun pada 2025 menjadi Rp58,6 triliun pada 2030, seiring meningkatnya gaya hidup aktif masyarakat dan daya saing produk dalam negeri.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, berdasarkan laporan Sportwear Indonesia, pasar sportwear nasional telah mencapai Rp38,5 triliun pada 2025 atau tumbuh 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Tren itu diperkirakan terus berlanjut hingga lima tahun mendatang.

"Pada 2025 nilai pasar sportwear Indonesia mencapai Rp38,5 triliun, tumbuh 8%, dan diproyeksikan berkembang hingga mencapai Rp58,6 triliun pada 2030," ujar Faisol saat membuka Indonesia Sport & Activewear Expo & Cosmetic Day 2026, di Jakarta Selatan, Senin (3/8).

Prospek itu didorong oleh perubahan gaya hidup masyarakat pascapandemi Covid-19. Kesadaran untuk berolahraga semakin meningkat sehingga permintaan terhadap pakaian olahraga dan produk penunjangnya juga terus bertambah.

"Tentu saja ini merupakan tren yang sangat positif dan menunjukkan betapa kuatnya daya saing industri apparel nasional, termasuk produk pakaian olahraga di pasar global," katanya.

Peningkatan permintaan domestik juga tercermin dari kinerja ekspor industri terkait. Pada 2025, nilai ekspor industri pakaian jadi naik 5,7% menjadi US$7,27 miliar. Sementara itu, ekspor industri alat olahraga tumbuh 12% dengan nilai mencapai US$306,3 juta.

Faisol menilai perkembangan tersebut menunjukkan industri olahraga nasional memiliki peluang besar untuk terus berkembang, baik di pasar domestik maupun internasional.

Industri Kosmetik Juga Berprospek Cerah

Selain sportwear, industri kosmetik juga mencatatkan kinerja positif. Nilai ekspor kosmetik meningkat 13,7% menjadi US$473,8 juta. Di sisi lain, jumlah industri kosmetik nasional terus bertambah. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan jumlah pelaku industri kosmetik meningkat 87% dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Menurut Faisol, sektor pakaian jadi, alas kaki, dan alat olahraga merupakan bagian dari industri padat karya yang berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan nilai tambah perekonomian nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri kecil subsektor pakaian jadi memiliki sekitar 298 ribu unit usaha yang menyerap sekitar 1,2 juta tenaga kerja. Sementara subsektor kulit, produk kulit, dan alas kaki memiliki sekitar 53 ribu unit usaha dengan penyerapan sekitar 205 ribu pekerja.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan itu, Kemenperin berupaya memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, modernisasi teknologi dan peralatan produksi, penguatan standardisasi dan sertifikasi, serta perluasan akses pasar di dalam maupun luar negeri.

"Program restrukturisasi mesin dan peralatan produksi terus dilaksanakan sebagai bagian dari percepatan transformasi teknologi bagi IKM," ujar Faisol.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Belajar dari Kasus Pemeringkatan Universitas Dunia Webometrics
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Cerita Awak KM Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar di Perairan Sumenep
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Pria Bakar Bendera Merah Putih di Bandung, Polisi Buru Pelaku
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Komisaris Pertamina Patra Niaga apresiasi UMKM binaan tampil di IFW
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
GIIAS 2026 Sajikan Kontras Otomotif Lintas Era, dari Mobil Pertama Dunia hingga Mobil Terbang
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.