Mungkin kita ingat dengan istilah "4 sehat 5 sempurna" yang mana, susu menjadi poin tambahan kelima yang melengkapi asupan nutrisi lain. Tapi tahukah kamu, bahwa susu kini sudah dianjurkan sebagai asupan wajib harian, terutama untuk tumbuh kembang anak?
Di dalam susu mengandung banyak esensial penting untuk mendukung pertumbuhan, bahkan sejak masa anak-anak. Pentingnya pemenuhan nutrisi anak juga perlu didukung oleh pemahaman mengenai kualitas pangan yang dikonsumsi sehari-hari.
Mengutip siaran yang kumparan terima Prof. Dr. Epi Taufik, S.Pt., M.V.P.H., M.Si., Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu IPB, menjelaskan bahwa susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang mengandung berbagai zat gizi penting bagi pertumbuhan anak. Maka itu, kualitas bahan baku dan proses pengolahan menjadi faktor yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas produk yang dikonsumsi.
“Susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang mengandung berbagai zat gizi penting bagi pertumbuhan anak. Agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal, kualitas bahan baku dan proses pengolahan perlu menjadi perhatian. Selain itu, edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang juga perlu terus diperkuat agar orang tua semakin memahami kebutuhan nutrisi anak sesuai tahapan pertumbuhannya,” jelas Prof. Epi.
Lebih lanjut, di setiap tahap pertumbuhan anak, susu menjadi bagian penting pemenuhan nutrisi harian. Kendati tidak sembarang susu baik dikonsumsi setiap hari, terutama para ahli kesehatan menyarankan untuk menghindari susu yang menggunakan gula tambahan, seperti sukrosa.
Hal ini turut disadari oleh sejumlah produsen susu, yang mana produk mereka bukan hanya enak bagi anak-anak, tapi juga harus sehat sehingga mendukung proses tumbuh kembang dengan baik. Seperti salah satunya, susu segar Tango Kido dengan inovasi tanpa tambahan gula atau sukrosa. Sukrosa sendiri juga kita kenal dengan istilah gula dapur yang memang kita konsumsi sehari-hari. Namun, kelebihan asupan gula harian tentu akan menimbulkan bahaya; mungkin tidak dalam jangka pendek, namun bisa terjadi di masa depan saat seorang anak terlalu terbiasa mengonsumsi gula berlebihan.
Keputusan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat. Misalnya dengan memantau konsumsi pangan, yang mana menjadi salah satu aspek penting dalam melihat kondisi pemenuhan gizi masyarakat. Hal ini turut tercermin dalam Statistik Konsumsi Pangan Tahun 2025 yang diterbitkan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian RI, berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS).
Selain memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi, orang tua juga perlu memahami bahwa tumbuh kembang anak berlangsung secara menyeluruh dan membutuhkan dukungan sejak usia dini. dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A., Dokter Spesialis Anak, menjelaskan bahwa masa anak-anak merupakan periode penting bagi pertumbuhan dan perkembangan sehingga pemenuhan kebutuhan sehari-hari perlu diperhatikan secara menyeluruh.
“Masa anak-anak merupakan periode penting bagi pertumbuhan dan perkembangan. Karena itu, orang tua perlu memastikan kebutuhan nutrisi harian anak terpenuhi sesuai usianya, termasuk asupan protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang berperan dalam mendukung pertumbuhan tulang, perkembangan otak, serta sistem imun. Selain itu, kebiasaan makan yang baik, aktivitas fisik yang cukup, tidur yang berkualitas, dan stimulasi yang tepat juga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” tambah dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A.
Sementara itu, untuk mengedukasi anak dan orang tua akan pilihan susu yang tepat, melalui acara "Kreasi Anak untuk Negeri". Tango Kido memperkenalkan pilihan susu terbarunya yang tanpa sukrosa tersebut di Tribeca, Central Park, Jakarta (2/8)
“Pemenuhan gizi anak merupakan tanggung jawab bersama. Sejalan dengan hal tersebut, kami terus berupaya menghadirkan produk yang memperhatikan standar dan kebutuhan nutrisi anak. Susu Tango Kido Full Cream berbahan fresh milk (susu sapi segar) tanpa tambahan gula atau sukrosa telah memenuhi spesifikasi teknis susu sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 63426.2 Tahun 2026," pungkas Johan Lianto, Managing Director Dairy & Bread OT Group.





