jpnn.com, PALEMBANG - Kemunculan sejumlah titik panas di Kabupaten Ogan Ilir memicu gerak cepat tim gabungan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas.
Medan rawa hingga akses yang sulit ditembus menjadi tantangan dalam penanganan api di sejumlah wilayah.
BACA JUGA: Kemenhut Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla di Jambi
Salah satu kebakaran terjadi di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Sabtu (1/8/2026). Lahan milik masyarakat yang berada di kawasan areal penggunaan lain (APL) tersebut terbakar dengan luas sekitar 5 hektare.
Tim Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin langsung diterjunkan setelah menerima laporan masyarakat.
BACA JUGA: 43 Ribu KK Terdampak Bencana Alam di Sumsel, Karhutla Mulai Jadi Ancaman Baru
Pemadaman dilakukan bersama BPBD Kabupaten Ogan Ilir dengan dukungan dua pompa jinjing, peralatan pemadam manual dan satu sepeda motor trail untuk menjangkau lokasi.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengungkapkan, pemadaman dilakukan secara darat dan berlangsung sejak pukul 17.54 WIB hingga 21.30 WIB.
"Tim Patroli Daops Manggala Agni Sumatera XIV/Banyuasin mendapatkan informasi dari masyarakat Desa Sungai Rambutan dan Desa Palem Raya terkait terjadinya kebakaran. Tim pemadam langsung merespon dan segera melaksanakan pemadaman darat di lokasi," terang Ferdian, Senin (3/8/2026).
Ferdian mengatakan dari hasil pengecekan, kebakaran di Sungai Rambutan merupakan kebakaran permukaan dengan vegetasi didominasi belidang dan semak belukar.
"Sekitar 2 hektare lahan berhasil dipadamkan secara langsung, sedangkan kondisi di sekitar lokasi terus dipantau untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api," ujar Ferdian.
Penanganan karhutla tidak hanya dilakukan di satu lokasi. Tim gabungan dari personel Polres Ogan Ilir, TNI, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Manggala Agni dan sejumlah instansi terkait juga melakukan mitigasi, patroli, serta pemadaman di sejumlah titik yang terdeteksi pada hari yang sama.
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain Desa Embacang dan Desa Talang Tengah Laut di Kecamatan Lubuk Keliat, Desa Kelampadu, Kecamatan Muara Kuang, Desa Kelampaian, Kecamatan Rantau Alai, Desa Ibul
Besar I, Kecamatan Pemulutan Selatan, serta Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya Utara.
Medan menjadi salah satu tantangan utama. Petugas harus menghadapi lahan rawa, semak belukar yang lebat, akses jalan terbatas hingga beberapa lokasi yang terpisah aliran Sungai Ogan.
Meski demikian, pengecekan dan pemadaman tetap dilakukan secara langsung. Hasil pemantauan menunjukkan titik-titik api berhasil dikendalikan. Namun, sejumlah lokasi masih dipantau lantaran ditemukan sisa asap. (mcr35/jpnn)
Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Cuci Hati




