Pantau - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, membangun sistem transportasi Trans Jateng yang lebih modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan untuk mendukung pesatnya perkembangan industri menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), dengan layanan angkutan massal tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.
Bupati Batang Faiz Kurniawan menyampaikan di Batang, Senin, bahwa layanan Trans Jateng diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus menekan beban kemacetan di ruas-ruas jalan utama.
Ia mengungkapkan, "Kehadiran layanan angkutan massal Trans Jateng ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap pengembangan sistem transportasi publik di daerah ini."
Tahapan Pengembangan hingga OperasionalFaiz Kurniawan mengatakan usulan menghadirkan layanan angkutan massal Trans Jateng sebenarnya telah diajukan sejak lama.
Pada saat pengajuan awal, Kabupaten Batang belum masuk dalam prioritas pengembangan layanan Trans Jateng.
Pemerintah Kabupaten Batang kemudian menginisiasi skema pembiayaan inovatif melalui program smart financing.
Setelah adanya inisiatif tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan jaminan bahwa Kabupaten Batang akan menjadi bagian dari koridor layanan Trans Jateng pada 2028.
Ia mengungkapkan, "Tahun ini sudah masuk tahap kajian, kemudian 2027 dilakukan persiapan, dan insya Allah 2028 Trans Jateng sudah mulai beroperasi di Batang."
Tahap kajian program dilaksanakan pada 2026.
Tahap persiapan direncanakan berlangsung pada 2027.
Operasional layanan Trans Jateng di Kabupaten Batang ditargetkan dimulai pada 2028.
Feeder dan Sodetan Disiapkan untuk Kurangi KemacetanKehadiran bus cepat Trans Jateng diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas persoalan kepadatan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk ketika para pekerja menuju kawasan industri.
Sebagai langkah pendukung, Pemerintah Kabupaten Batang akan menyiapkan jalur penghubung atau feeder yang menghubungkan Terminal Gringsing dengan Kawasan Industri Terpadu Batang.
Pemerintah daerah juga akan membangun akses khusus berupa sodetan untuk memperlancar mobilitas pekerja dari Terminal Gringsing menuju kawasan industri.
Ia mengungkapkan, "Harapannya masyarakat bisa beralih ke transportasi publik. Dari Terminal Gringsing nanti disiapkan feeder masuk ke KITB melalui sodetan yang akan dibangun sehingga distribusi kendaraan tidak lagi bertumpuk di jalur yang selama ini padat."
Selama ini arus kendaraan menuju Kawasan Industri Terpadu Batang terkonsentrasi melalui jalur Banyuputih–Kedawung yang kerap mengalami kepadatan lalu lintas cukup panjang.
Dengan integrasi antara Trans Jateng dan jalur feeder, beban lalu lintas di ruas jalan utama diharapkan terbagi lebih merata serta mampu menekan kepadatan secara signifikan.
Faiz Kurniawan mengatakan, “Program ini menjadi bagian dari upaya pemkab membangun sistem transportasi yang lebih modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri.”




