HARIAN.FAJAR.CO.ID, BONE — Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Bone menggelar kegiatan audiensi guna memantapkan sinergitas program kerja sektor transportasi darat khususnya di Kabupaten Bone yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Kabupaten Bone, Senin, 3 Agustus 2026.
Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama jajaran staf Pemkab Bone. Dari BPTD Kelas II Sulawesi Selatan, hadir Plt. Kepala BPTD Kelas II Sulsel, Andy Sanjaya, S.SiT., M.M., didampingi Kepala Seksi Prasarana Jalan, Sungai, Danau, dan Penyeberangan (JSDP), Thahir, S.Kom., serta Pengawas Satuan Pelayanan (Wassatpel) Terminal Tipe A Petta Ponggawae, Andi Ihsan, S.Sos., beserta staf terkait.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menyambut positif kunjungan dan komitmen BPTD Kelas II Sulsel dalam kegiatan ini. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya menjadikan Terminal Tipe A Petta Ponggawae sebagai pusat distribusi dan pelayanan transportasi darat yang tertib dan terintegrasi satu pintu, khususnya untuk rute strategis seperti Makassar–Bone–Makassar.
“Sarana dan prasarana terminal saat ini sudah siap dioperasikan. Ke depan, seluruh kendaraan angkutan, baik bus mini maupun bus besar, wajib masuk terminal, terdata, serta memiliki nomor dan identitas perusahaan yang jelas. Pengoperasian optimal terminal ini juga akan membuka lapangan kerja baru serta mendukung sinergi antarmoda bersama Bandara Arung Palakka dan Dermaga AAS Gemilang Mandiri,” ujar Andi Asman.
Sementara itu, Plt. Kepala BPTD Kelas II Sulawesi Selatan, Andy Sanjaya, S.SiT., M.M., menyampaikan komitmen penuh BPTD dalam mendorong pemanfaatan terminal agar dapat memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat umum.
“Fokus kami adalah bagaimana ruang-ruang publik di Terminal Tipe A Petta Ponggawae ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. BPTD Sulsel juga berkolaborasi dengan Perum DAMRI untuk menghadirkan pelayanan transportasi perintis guna memastikan konektivitas masyarakat Bone semakin optimal,” ungkap Andy Sanjaya.
Untuk mewujudkan fungsi terminal sebagai simpul transportasi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru, BPTD Kelas II Sulsel dan Pemkab Bone menyepakati sejumlah poin penting:
- Penempatan dan Pemberdayaan UMKM: Membuka dan memanfaatkan ruang-ruang publik di area terminal untuk mengakomodasi pelaku UMKM lokal guna menggerakkan roda perekonomian daerah.
- Kerjasama Pemanfaatan Lahan bersama Masyarakat: Mendorong sinergi dan kolaborasi aktif dengan masyarakat sekitar dalam pengelolaan serta pemanfaatan lahan terminal secara produktif.
- Penataan Sistem Angkutan Terpadu Satu Pintu: Mewajibkan seluruh angkutan umum (bus besar dan bus mini) masuk ke terminal, terdata resmi tanpa penumpang gelap serta terintegrasi dengan moda transportasi lain.
Melalui sinergitas antara BPTD Kelas II Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Bone ini, diharapkan optimalisasi Terminal Tipe A Petta Ponggawae dapat berfungsi secara maksimal untuk memperlancar distribusi angkutan darat, memperkuat konektivitas wilayah, dan menjadikan kawasan terminal sebagai penggerak baru perekonomian di Kabupaten Bone. (uca)





