Warga Sebut Rembesan dari Tanggul di Muara Baru Jakut Makin Deras Saat Air Laut Pasang

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga menyebut rembesan air laut yang muncul di Jalan Muara Baru Ujung, tepatnya di samping Rumah Pompa Waduk Pluit, Jakarta Utara, semakin deras ketika air laut mengalami pasang.

Salah seorang warga setempat, Indra (bukan nama sebenarnya), mengatakan kondisi tersebut membuat permukaan jalan menjadi lebih basah dan licin.

"Kalau pasang laut tinggi ya sini airnya lumayan banyak, keluarnya gede, becek jalannya," kata dia saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin (3/8/2026).

Baca juga: Polisi Pengitimidasi Satpam Bundaran HI Disebut Tengah Bertugas di Kemendagri

Menurut Indra, rembesan air tetap muncul meski tidak sedang turun hujan. Air tersebut kemudian mengalir ke badan jalan hingga membuat permukaannya basah.

KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman Jalan Muara Baru Ujung, Jakarta Utara, tepatnya di samping Rumah Pompa Waduk Pluit selalu dalam kondisi basah akibat air laut yang rembes dari tanggul dan retakan jalan, Senin (3/8/20026)
Hal senada disampaikan warga lainnya, Andi (31). Ia mengatakan, rembesan air selalu terlihat lebih banyak saat permukaan air laut sedang tinggi.

"Tiap hari (rembes) kalau air pasang. Kalau air pasang udah pasti naik. Kalau air pasang naik lebih parah," tutur dia kepada Kompas.com, Senin.

Sementara itu, Fajar (35), seorang pengendara yang melintas di lokasi, menyebut kondisi jalan biasanya menjadi paling basah pada sore hari.

"Biasanya sore airnya lebih banyak sih yang keluar," kata Fajar.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat badan jalan sering kali licin sehingga membahayakan pengendara yang melintas.

Baca juga: Air Laut Rembes dari Tanggul dan Jalan di Muara Baru Jakut, Jalanan Selalu Basah

"Ya bahaya lah (kondisi jalan basah dan licin). Apalagi di sini kadang truk-truk juga lewat kan. Jadi kalau ada motor jatuh ya bahaya," tambah dia.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara Heria Suwandi mengatakan, pihaknya telah mengusulkan pembatasan tonase kendaraan yang melintas di lokasi tersebut.

"Sudin SDA Jakarta Utara sudah mengusulkan kepada Dinas SDA, untuk mengusulkan kepada Dinas Bina Marga atau Dinas Perhubungan dilakukan pembatasan tonase kendaraan yang melintas di sana supaya bisa meminimalkan dampak," jelas dia saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Senin.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain itu, Heria memastikan pihaknya akan melakukan pengecekan terkait kemungkinan pembuatan alur air di sisi jalan tersebut.

"Kami akan lakukan pengecekan apakah bisa dibuat alur air di pinggir jalan, supaya air rembesan bisa mengalir ke saluran," tambah dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Turun di 35 Cabang Olahraga pada Asian Games 2026, Ini Daftar Lengkapnya
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Geledah Sejumlah Lokasi Kasus Bupati Pemalang, Sita Kendaraan hingga Valas
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
John Herdman Ungkap Penyebab Timnas Indonesia Kalah Telak dari Vietnam, Bukan karena Mental
• 27 menit laluviva.co.id
thumb
Dewas KPK Bakal Periksa Staf Admin Berstatus Anggota Polri yang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Gelombang Migran Memasuki Spanyol, Warga Berdemo di Depan Kedutaan Besar Maroko di Madrid
• 17 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.