Jakarta: Masyarakat Papua diimbau menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan di Bumi Cenderawasih. Imbauan ini disampaikan menyusul adanya aksi Kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB).
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan pendapat, serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya," kata Ketua Umum Presidium Putra-Putri Pejuang Pepera (P5) Papua Ondofolo Yanto Eluay dalam keterangan tertulis, Senin, 3 Agustus 2026.
Imbauan ini disampaikan agar situasi di Tanah Papua tetap kondusif menjelang HUT ke-81 RI. Putra Tokoh Pepera Theys Hio Eluay ini mengajak masyarakat, khususnya warga Kota Jayapura dan sekitarnya, tetap menjalankan aktivitas seperti biasa serta tidak mudah terpengaruh informasi maupun ajakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurut Yanto Eluay, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun, dia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan cara-cara yang damai serta mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat luas.
"Mari bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif demi kepentingan seluruh masyarakat," ujar Yanto.
Dia menilai aksi yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas publik dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Terutama pedagang, pelaku UMKM, pengemudi angkutan, pekerja harian, dan sektor ekonomi lainnya yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas sehari-hari.
Baca Juga :
Arah Kebijakan Pembangunan Papua on The TrackSuasana penyampaian pendapat di Papua. Dok. Istimewa
Lebih lanjut, Yanto Eluay mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong, toleransi, serta saling menghormati sebagai modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan di Papua.
"Kita harus mengarahkan tenaga dan pikiran untuk bekerja serta memperbaiki ekonomi masyarakat Papua. Jangan melakukan kegiatan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun merugikan banyak orang," kata Yanto Eluay.
Dia juga mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Tabi, Sentani dan Kota Jayapura, agar tidak mengikuti kegiatan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat maupun roda perekonomian. Menurut dia, masyarakat membutuhkan situasi yang aman agar dapat bekerja, berdagang, dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa gangguan.
Seluruh masyarakat diajak menjadikan rangkaian peringatan HUT ke-81 RI sebagai momentum mempererat persatuan, menjaga kerukunan, serta bersama-sama mendukung terciptanya Papua yang aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).




