jpnn.com - Peneliti Senior Citra Institute Efriza menilai kenaikan elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi 4,1 persen dalam survei SMRC Juli 2026, merupakan perkembangan positif bagi partai tersebut.
Menurut dia, hasil survei itu menunjukkan PSI mulai memiliki peluang menembus ambang batas parlemen.
BACA JUGA: Kepuasan terhadap Prabowo Menurun, Efriza: Publik Menunggu Perbaikan Ekonomi
"Angka itu menjadi sinyal positif karena PSI mulai memiliki peluang masuk DPR," kata Efriza kepada JPNN.com, Senin (3/8).
Meski begitu, Efriza menegaskan hasil survei tidak bisa langsung dijadikan ukuran kemenangan pada Pemilu 2029.
BACA JUGA: Adi Prayitno Sebut Jokowi Aktif Berpolitik demi Menjaga Relevansi Gibran dan PSI
Dia menilai perjalanan politik menuju pemilu masih sangat panjang sehingga berbagai dinamika masih mungkin terjadi.
"Elektabilitas saat ini belum menjadi jaminan hasil pemilu karena situasi politik masih akan terus berubah," ujarnya.
BACA JUGA: Komjen Fadil Imran Ungkap Situasi RI Terkait Mal Memasang Pagar Tinggi
Efriza juga menilai kenaikan elektabilitas PSI saat ini masih banyak dipengaruhi oleh safari politik Jokowi ke berbagai daerah.
Menurut dia, peningkatan tersebut belum sepenuhnya ditopang oleh penguatan basis pemilih maupun struktur organisasi partai.
"PSI masih terdongkrak efek Jokowi, bukan karena struktur partainya sudah benar-benar kuat," ucapnya.
Karena itu, Efriza mengatakan target kemenangan besar yang disampaikan Jokowi seharusnya dimaknai sebagai dorongan memperkuat organisasi partai.
"PSI tidak bisa bergantung terus pada figur Jokowi. Penguatan struktur dan kerja politik berkelanjutan menjadi tantangan utama," ujar Efriza.(Kkp/JPNN)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Kenny Kurnia Putra




