DPR Minta Pemerintah Tindaklanjuti Putusan MK soal MBG Mulai 2027

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Putusan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional melalui optimalisasi pemanfaatan anggaran pendidikan.

DPR Minta Pemerintah Tindaklanjuti Putusan MK soal MBG Mulai 2027

IDXChannel - DPR RI meminta pemerintah segera menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan pemisahan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari anggaran pendidikan.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Esti Wijayati mengatakan, putusan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional melalui optimalisasi pemanfaatan anggaran pendidikan.

Baca Juga:
Didorong MBG hingga Gaji ke-13 ASN, Belanja Negara Naik Jadi Rp1.656 Triliun per Juli 2026

"Jika MK sudah memutuskan demikian, maka tentulah kita harus menindaklanjuti sesuai keputusan tersebut," kata Esti, Senin (3/8/2026).

Meski putusan MK memberikan masa transisi hingga dua tahun atau mulai berlaku pada 2028, Esti berharap pemerintah dapat mengimplementasikannya lebih cepat, yakni sejak tahun anggaran 2027.

Baca Juga:
Kepala BGN Buka Suara Terkait Putusan MK Soal Anggaran MBG

"Semaksimal mungkin diupayakan bisa dilakukan mulai pada tahun anggaran 2027 karena harapan besar bagi dunia pendidikan, kita dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan SDM," kata dia.

Dia menilai, percepatan implementasi putusan tersebut akan membuka peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih memadai.

Baca Juga:
Tahun Ajaran Baru dan MBG Berpengaruh pada Inflasi? Ini Penjelasan BPS

Lebih lanjut dia mengatakan, anggaran pendidikan nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kualitas guru, dosen, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga mahasiswa.

Selain itu, anggaran juga diperlukan untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan dan menjawab tantangan baru, seperti digitalisasi pembelajaran serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI).

Esti juga menekankan pentingnya pemerataan layanan pendidikan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah pascabencana. Menurut dia, masih banyak bangunan sekolah yang rusak dan akses menuju fasilitas pendidikan yang minim.

"Kita terus mendengar gedung sekolah roboh, bahkan beberapa ada korban jiwa anak-anak kita yang datang ke sekolah untuk menuntut ilmu. Ini menjadi sebuah ironi jika negara tak segera memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak," katanya.

Selain perbaikan infrastruktur, Esti mendorong pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, termasuk merealisasikan pendidikan gratis untuk jenjang SD dan SMP sesuai putusan MK sebelumnya. 

Dia juga meminta pemerintah mengembalikan anggaran sejumlah program strategis yang mengalami penurunan, seperti anggaran Perpustakaan Nasional untuk distribusi buku hingga ke wilayah 3T.

"Kita bisa bayangkan bagaimana parahnya kondisi di daerah lain, terutama di daerah 3T. Karena itu, pemerintah tidak punya pilihan selain membuka formasi sesuai kebutuhan riil di lapangan," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Makanan yang Dianjurkan Ahli untuk Jaga Kesehatan Tulang Sejak Dini
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Mesir Timur, Pemerintah Aktifkan Respons Darurat
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ketegangan di Timur Tengah Meningkat, AS Mendesak Warganya Segera Meninggalkan Kawasan 
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
3 Ciri Kepribadian Orang yang Merasa Senang Saat Janji Temu Dibatalkan
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Gempa Berkekuatan 7,1 Magnitudo di Kumamoto, Jepang, Menghancurkan Rumah-rumah; Korban Terpaksa Tinggal di Dalam Mobil
• 12 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.