Gempa Berkekuatan 7,1 Magnitudo di Kumamoto, Jepang, Menghancurkan Rumah-rumah; Korban Terpaksa Tinggal di Dalam Mobil

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Gempa bumi berkekuatan 7,1 magnitudo yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, telah menewaskan 36 orang hingga 1 Agustus. Lebih dari 9.200 orang masih mengungsi di tempat-tempat penampungan.

Selain kerusakan rumah, warga juga menghadapi pemadaman air dan listrik. Banyak korban yang kehilangan tempat tinggal terpaksa bermalam di dalam mobil. Mereka juga harus bersiap menghadapi gelombang panas dengan suhu yang diperkirakan mendekati 40°C dalam beberapa hari mendatang.

Rumah Hancur, Satu Keluarga Terpaksa Tinggal di Mobil

Salah seorang korban, Haruto Kubo, yang tinggal di Kota Hikawa, mengatakan bahwa rumah keluarganya runtuh seluruhnya akibat gempa. Kini ia bersama istri dan anaknya hanya bisa tinggal sementara di dalam mobil.

Haruto Kubo, korban gempa Kumamoto: “Saya tidak tahu kapan rumah kami bisa dibangun kembali. Ada ratusan rumah yang roboh. Saya rasa setidaknya diperlukan satu atau dua tahun untuk memperbaikinya. Saya sangat ingin mandi, berbaring di atas tatami, dan tidur di kamar yang ber-AC.”

Suhu Diperkirakan Mencapai 40°C

Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), suhu tertinggi di Prefektur Kumamoto pada 3 Agustus diperkirakan mencapai 40°C, tingkat yang dapat membahayakan jiwa.

Saat ini sekitar 72.000 rumah tangga masih mengalami gangguan pasokan air bersih, sehingga kehidupan para pengungsi menjadi semakin sulit.

Yuka Shimada, korban gempa Kumamoto: “Anak-anak merasa sangat tidak nyaman. Saya dan suami masih bisa bertahan, tetapi cuacanya sangat panas. Tidak bisa keramas membuat kami merasa kotor, dan karena tidak bisa mandi, kami juga sulit tidur. Keadaan ini benar-benar menyulitkan.”

Tempat Penampungan Ramah Hewan Peliharaan

Karena cuaca yang sangat panas dan sebagian besar tempat pengungsian tidak mengizinkan hewan peliharaan, sebuah rumah sakit hewan di Kumamoto membangun tempat penampungan sementara yang memungkinkan pemilik dan hewan peliharaan mereka tinggal bersama.

Tomoko Takaoka, korban gempa Kumamoto: “Saya tidak memiliki listrik maupun air bersih. Saya juga khawatir anjing saya akan mengalami serangan panas. Saya ingin sebisa mungkin tetap bersama mereka.”

Direktur rumah sakit hewan tersebut, Ryunosuke Tokuda, mengatakan: “Masalahnya adalah banyak pemilik hewan tidak ingin meninggalkan rumah mereka karena tidak ingin berpisah dengan hewan peliharaannya. Mereka ingin tetap bersama. Karena itu, keberadaan tempat pengungsian yang mengizinkan hewan peliharaan sangat penting.”

Pemerintah Terus Memberikan Bantuan

Pemerintah Prefektur Kumamoto saat ini terus berupaya menjamin pasokan air minum bagi para korban serta meningkatkan langkah-langkah pencegahan dampak panas di tempat-tempat pengungsian.

Berbagai upaya yang dilakukan antara lain memasang pendingin udara portabel dan menyediakan fasilitas penyejuk tambahan untuk membantu para pengungsi menghadapi cuaca panas ekstrem yang diperkirakan masih akan berlanjut.

Laporan disusun oleh Hu Zonghan dan Tang Jie’an, NTD Asia Pasifik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MBSS Berganti Bos, Wibowo Group Capital Bidik Ekspansi Pelayaran dan Logistik
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Vicky Prasetyo Hadapi Dua Laporan, Salah Satunya Terkait Dugaan TPPU Rp500 Juta
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
HP Hilang? Lakukan 8 Langkah Ini agar Data Pribadi Tetap Aman
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Karhutla dan Kekeringan Dominasi Bencana di Indonesia Selama Musim Kemarau
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, Penyebab Masih Diselidiki
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.