jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Senior Citra Institute Efriza menilai langkah politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menunjukkan upaya mempertahankan pengaruh politik setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara.
Menurut Efriza, pernyataan Jokowi yang menargetkan kemenangan besar PSI pada Pemilu 2029 memperlihatkan orientasi yang lebih luas daripada sekadar membawa partai berlambang mawar itu lolos ke DPR RI.
BACA JUGA: Jokowi Terima Gelar Saat Safari ke Daerah, Analis: Bagian dari Konsolidasi Politik Terencana
"Target itu menunjukkan orientasi membangun basis politik jangka panjang, bukan sekadar meloloskan PSI ke parlemen," kata Efriza kepada JPNN.com, Selasa (3/8).
Dia mengatakan PSI selama ini masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam memperkuat struktur organisasi kepartaian di berbagai daerah.
BACA JUGA: Dagelan Politik Jokowi di Panggung Raja-Rajaan
Karena itu, lanjut Efriza, langkah Jokowi yang intens turun ke daerah dapat dipahami sebagai bagian dari upaya memperkuat mesin partai menjelang kontestasi politik 2029.
"PSI perlu memperkuat struktur partai karena itu menjadi kelemahan yang selama ini sering disorot," ujarnya.
BACA JUGA: Jokowi Uji Kesaktian, Pertaruhan Bawa PSI Melenggang ke Senayan
Efriza menilai pembangunan struktur partai jauh lebih penting dibanding sekadar mengandalkan popularitas atau komunikasi politik di media sosial.
Menurut dia, struktur organisasi yang kuat akan membantu PSI memperluas basis dukungan sekaligus meningkatkan kedekatan dengan masyarakat.
"Penguatan struktur akan membantu PSI menjangkau pemilih muda maupun pemilih moderat secara lebih efektif," tuturnya.
Meski demikian, Efriza mengingatkan keberhasilan strategi tersebut tetap bergantung pada konsistensi konsolidasi organisasi partai hingga menjelang Pemilu 2029.
"Kalau konsolidasi tidak berjalan baik, target besar itu akan sulit diwujudkan," pungkas Efriza. (kkp/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Kenny Kurnia Putra




