Deflasi 0,35 Persen Melanda NTB pada Juli 2026, Musim Panen Tekan Harga Hortikultura

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan musim panen menekan harga komoditas hortikultura dan memicu deflasi sebesar 0,35 persen secara bulanan (month to month/mtm) di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Juli 2026.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan pada Juni 2026 NTB masih mengalami inflasi sebesar 0,37 persen, namun pada Juli 2026 kondisi tersebut berbalik menjadi deflasi sebesar 0,35 persen.

Harga Hortikultura Turun Akibat Musim Panen

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama deflasi setelah mengalami penurunan indeks sebesar 1,47 persen dengan andil minus 0,55 persen terhadap deflasi bulanan.

BPS memantau sebanyak 364 komoditas dalam penghitungan inflasi di NTB.

Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi meliputi cabai rawit sebesar 0,15 persen, bawang merah 0,13 persen, emas perhiasan 0,09 persen, tomat 0,09 persen, dan cabai merah 0,08 persen.

Penurunan harga komoditas hortikultura dipengaruhi meningkatnya pasokan akibat musim panen di sejumlah sentra produksi sehingga harga di tingkat konsumen ikut mengalami penurunan.

Selain komoditas pangan, deflasi juga diperdalam oleh turunnya harga emas perhiasan yang mengikuti pelemahan harga emas di pasar global.

"Empat komoditas yang mengalami deflasi tertinggi adalah hortikultura, kecuali emas," ungkap Wahyudin.

Transportasi Masih Mencatat Inflasi

Di tengah deflasi bulanan, kelompok transportasi masih mencatat inflasi sebesar 0,96 persen dengan andil sebesar 0,11 persen.

Komoditas yang mendorong inflasi meliputi ikan layang atau ikan benggol sebesar 0,05 persen, bensin 0,05 persen, pelumas 0,05 persen, ikan teri 0,04 persen, dan batu bata 0,04 persen.

"Secara keseluruhan andil harga yang mengalami penurunan lebih tinggi daripada komoditas yang mengalami peningkatan harga, sehingga terjadi deflasi," kata Wahyudin.

Secara keseluruhan, jumlah komoditas yang mengalami penurunan harga memberikan andil lebih besar dibandingkan komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga NTB mengalami deflasi pada Juli 2026.

BPS juga mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) NTB pada Juli 2026 sebesar 3,01 persen atau lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,88 persen.

Inflasi tahun kalender (year to date/ytd) NTB hingga Juli 2026 mencapai 1,77 persen atau berada di atas angka nasional yang sebesar 1,65 persen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Karier Berbelok ke Fashion, Arsitek Ini Raih Prestasi di IFW 2026
• 23 jam laluherstory.co.id
thumb
DPR Minta Pemerintah Tindaklanjuti Putusan MK soal MBG Mulai 2027
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Makanan Enak yang Buruk untuk Kolesterol Tinggi
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Luas Panen Susut, Produksi Padi Berpotensi Turun Sampai September 2026
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Satgas PRR Siapkan Solusi Penyediaan Lahan Huntap bagi 3.660 KK Gayo Lues
• 15 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.