Seperti dilansir Reuters, keputusan ini menjadi langkah penting bagi proyek jangka panjang sepak bola Amerika Serikat. Setelah dipercaya menangani USMNT sejak 2024, Pochettino dinilai mampu membawa perubahan positif dalam gaya bermain, mentalitas, serta perkembangan pemain muda Amerika.
Pochettino Dipercaya Lanjutkan Revolusi USMNT
Pochettino awalnya dikontrak untuk memimpin Amerika Serikat hingga berakhirnya Piala Dunia 2026. Namun, performa tim yang menunjukkan perkembangan membuat U.S. Soccer memilih mempertahankan mantan pelatih Tottenham Hotspur, Paris Saint-Germain, dan Chelsea tersebut untuk satu siklus Piala Dunia berikutnya.
Pelatih berusia 54 tahun itu membawa filosofi permainan dengan intensitas tinggi, pressing agresif, serta keberanian memainkan pemain muda. Pendekatan tersebut dianggap sesuai dengan ambisi Amerika Serikat yang ingin menjadi kekuatan baru dalam sepak bola dunia.
Catatan Pochettino Bersama Amerika Serikat
Sejak mengambil alih kursi pelatih USMNT pada September 2024, Pochettino langsung menghadirkan sejumlah perkembangan. Ia membantu Amerika Serikat membangun identitas permainan yang lebih modern dan kompetitif menghadapi lawan-lawan besar.
Pada Piala Dunia 2026, Amerika Serikat tampil cukup menjanjikan dengan menjadi juara grup dan mencatatkan beberapa pencapaian penting sebelum langkah mereka terhenti di fase gugur. Meski gagal melaju lebih jauh, federasi tetap melihat adanya fondasi kuat untuk masa depan.
CEO U.S. Soccer JT Batson menilai keberlanjutan kerja sama dengan Pochettino merupakan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan level sepak bola Amerika Serikat, termasuk pengembangan pemain, pendidikan pelatih, dan hubungan dengan kompetisi domestik.
Target Baru Menuju Piala Dunia 2030
Dengan kontrak baru ini, Pochettino akan memiliki waktu lebih panjang untuk membangun generasi emas sepak bola Amerika Serikat. Fokus utama berikutnya adalah mempersiapkan tim menghadapi berbagai agenda internasional menuju Piala Dunia 2030 yang akan berlangsung di Spanyol, Portugal, dan Maroko.
Keputusan mempertahankan Pochettino juga menunjukkan kepercayaan besar U.S. Soccer terhadap proses yang sedang berjalan. Alih-alih melakukan pergantian pelatih setelah Piala Dunia 2026, federasi memilih menjaga kontinuitas agar perkembangan tim tidak kembali dimulai dari awal.
Bagi Pochettino sendiri, kesempatan ini menjadi tantangan besar untuk membuktikan bahwa proyek Amerika Serikat bukan sekadar persiapan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026, tetapi langkah menuju status sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola internasional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)





