Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir menyebut organisasinya meraup dana senilai Rp722 miliar dalam laporan keuangan tahunan periode 2025-2026.
Hal tersebut disampaikan oleh Erick Thohir dalam Kongres Biasa PSSI yang berlangsung di Jakarta, Senin.
"Kami di PSSI senang, pendapatan kami kurang lebih tadi sudah diaudit, kurang lebih tahun ini (memperoleh) Rp722 miliar," kata Erick Thohir dalam konferensi pers.
Namun Erick mengatakan bahwa dana yang diperoleh ini tidak boleh disalahartikan karena PSSI juga masih butuh dana bantuan pemerintah.
Erick menilai bahwa dukungan pemerintah masih sangat dibutuhkan PSSI.
"Kami juga berbangga, dari Rp722 miliar itu, Rp63 miliar dari APBN. Sisanya benar-benar kami di PSSI bekerja keras untuk pendanaan itu," ungkap Erick.
Erick memaparkan bahwa dana tersebut diperoleh dari berbagai sektor seperti sponsor, tiket pertandingan tim nasional, penjualan hak siar televisi juga penjualan merchandise.
Baca juga: Kongres Biasa Pemilihan PSSI 2027 mundur ke bulan Juli 2027
Baca juga: Soal pencalonan Ketum PSSI, Erick: Saya diskusi dulu dengan pemerintah
Hal tersebut disampaikan oleh Erick Thohir dalam Kongres Biasa PSSI yang berlangsung di Jakarta, Senin.
"Kami di PSSI senang, pendapatan kami kurang lebih tadi sudah diaudit, kurang lebih tahun ini (memperoleh) Rp722 miliar," kata Erick Thohir dalam konferensi pers.
Namun Erick mengatakan bahwa dana yang diperoleh ini tidak boleh disalahartikan karena PSSI juga masih butuh dana bantuan pemerintah.
Erick menilai bahwa dukungan pemerintah masih sangat dibutuhkan PSSI.
"Kami juga berbangga, dari Rp722 miliar itu, Rp63 miliar dari APBN. Sisanya benar-benar kami di PSSI bekerja keras untuk pendanaan itu," ungkap Erick.
Erick memaparkan bahwa dana tersebut diperoleh dari berbagai sektor seperti sponsor, tiket pertandingan tim nasional, penjualan hak siar televisi juga penjualan merchandise.
Baca juga: Kongres Biasa Pemilihan PSSI 2027 mundur ke bulan Juli 2027
Baca juga: Soal pencalonan Ketum PSSI, Erick: Saya diskusi dulu dengan pemerintah





