Ahli Ungkap Gangguan Mata yang Paling Sering Dialami Orang Indonesia

tvonenews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Gangguan penglihatan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering diabaikan oleh masyarakat Indonesia. Padahal, banyak kelainan mata dapat ditangani lebih awal jika pemeriksaan dilakukan secara rutin sebelum gejala menjadi berat.

Naovalia Ayu Hanifah, A.Md, RO, Refraksionis Optisien dari Optik99K, mengatakan bahwa sejumlah gangguan mata yang paling sering ditemui di Indonesia meliputi miopia atau mata minus, hipermetropia (mata plus), presbiopia (mata tua), astigmatisme atau silinder, mata kering, katarak, glaukoma, hingga retinopati diabetik akibat diabetes yang tidak terkontrol.

Menurutnya, mata minus kini banyak ditemukan pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang menghabiskan banyak waktu di depan layar gawai. Sementara itu, mata tua dan katarak lebih sering muncul seiring bertambahnya usia, sedangkan glaukoma kerap berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga sering terlambat terdeteksi.

Naovalia menekankan bahwa pemeriksaan mata rutin seharusnya menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan, bukan hanya dilakukan ketika penglihatan sudah terganggu.

"Banyak masyarakat yang baru memeriksakan mata setelah penglihatannya sudah cukup terganggu. Padahal pemeriksaan secara berkala sangat penting untuk mengetahui perubahan fungsi penglihatan sejak awal. Dengan kacamata yang sesuai serta pola hidup sehat, kualitas penglihatan dapat tetap terjaga dan aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman," jelas Naovalia dalam keterangannya, dikutip Selasa (4/8/2026)

Ia menjelaskan bahwa orang dewasa tanpa keluhan umumnya disarankan memeriksakan mata setiap satu hingga dua tahun sekali. Bagi pengguna kacamata atau lensa kontak, pemeriksaan minimal setahun sekali penting dilakukan untuk memastikan ukuran lensa masih sesuai. Sementara penderita diabetes, glaukoma, mereka yang memiliki riwayat keluarga penyakit mata, atau berusia di atas 60 tahun, dapat memerlukan pemeriksaan lebih sering sesuai anjuran dokter mata.

Selain pemeriksaan rutin, pencegahan juga memegang peran penting dalam menjaga fungsi penglihatan. Langkah yang dianjurkan antara lain mengonsumsi makanan bergizi yang kaya vitamin A, C, E, lutein, zeaxanthin, dan omega-3, berolahraga secara teratur, mengendalikan diabetes dan hipertensi, tidak merokok, menggunakan pelindung mata saat bekerja atau berolahraga, memakai kacamata dengan perlindungan UV, menjaga kebersihan tangan, menghindari kebiasaan mengucek mata, serta tidur yang cukup.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot: Kemarau sebabkan Dermaga Marunda surut dan kapal kandas
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Hiu Tutul Terdampar di Pantai Batukaras Pangandaran: Terkendala Evakuasi
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Dukcapil Ungkap 2 Orang Paling Tua di Indonesia Ada di Madura, Berusia 118 Tahun
• 24 menit lalukompas.com
thumb
Penyebab Kebakaran Gedung Space One PIK 2 Diduga akibat Korsleting
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Kekeringan ancam operasional PLTN Paks di Hungaria berhenti total
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.