Dukcapil Ungkap 2 Orang Paling Tua di Indonesia Ada di Madura, Berusia 118 Tahun

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi mengungkapkan, dua orang paling tua di Indonesia berada di Pulau Madura.

Penduduk paling tua berusia 118 tahun yang berada di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Lalu, yang kedua berusia 117 tahun yang berada di Kabupaten Pamekasan.

"Ini perlu ini masuk ke MURI (Museum Rekor Indonesia) sebenarnya ini, penduduk kita yang tertua tercatat ada di Bangkalan, 118 tahun. Yang nomor dua tercatat di Madura," ujar Teguh dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026 sekaligus Rilis Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026, dikutip dari siaran Youtube Dirjen Dukcapil, Senin (4/8/2026).

Baca juga: Data Dukcapil: Penduduk Indonesia Paling Banyak Berzodiak Cancer

Menurutnya, pihak Dirjen Dukcapil perlu mengundang atau mendatangi kedua orang berusia paling tua yang ada di Madura itu.

"Kita langsung wawancarai, kira-kira apa sih jamunya gitu," canda Teguh.

Di sisi lain, Teguh mengungkap bahwa jumlah usia produktif di Indonesia sebanyak 201.060.449 jiwa per Semester I 2026.

Jumlah kelompok usia produktif tersebut berasal dari total 290.125.073 jiwa penduduk Indonesia pada Semester I 2026.

"Alhamdulillah dari 290,1 juta jiwa penduduk Indonesia, 69,30 persen adalah usia produktif," ujar Teguh.

Baca juga: Deretan Tokoh Anime yang Dijadikan Nama di Dukcapil: Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke

Adapun penduduk dalam kelompok produktif adalah masyarakat dalam rentang usia 15 sampai 64 tahun.

Dari jumlah penduduk usia produktif tersebut, paling banyak berasal dari kelompok usia 15-19 tahun, yakni sebanyak 23.791.077 jiwa.

Kemudian kelompok usia 20-24 tahun (23.442.785 jiwa); 25-29 tahun (23.004.157 jiwa); 30-34 tahun (21.728.354 jiwa); serta 35-39 tahun (20.709.710 jiwa).

Selanjutnya, kelompok usia 40-44 tahun (21.806.120 jiwa); 45-49 tahun (20.387.335 jiwa); 50-54 tahun (18.244.041 jiwa); 55-59 tahun (15.541.662 jiwa); dan 60-64 tahun (12.405.208 jiwa).

Baca juga: Ada 129.439 Penduduk Indonesia yang Lahir pada 29 Februari

Teguh menjelaskan, angka tersebut penting karena menunjukkan rasio ketergantungan rendah menunjukkan peluang percepatan pertumbuhan ekonomi.

"Ini yang namanya juga bonus demografi, tapi bonus demografi akan membawa berkah apabila kita juga bisa mengimbangi dengan pendidikan, pelatihan kerja, pelayanan kesehatan yang memadai," ujar Teguh.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dengan tingginya kelompok penduduk dengan usia produktif, ia berharap kondisi itu dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Ini penting sekali, suatu keberkahan bagi kita apabila kita bisa mengelola," ujar Teguh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jangan Anggap Sepele Lantai Licin! WHO Ungkap Lansia Jadi Kelompok Paling Rentan Alami Cedera Akibat Jatuh
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Serahkan SK Kenaikan Pangkat 11 ASN, Mbak Wali Minta Jajaran Pemkot Kediri Kobarkan Semangat Juang Lewat Pelayanan
• 15 jam laluberitajatim.com
thumb
Cetak Generasi Muda Mandiri, Asprindo Ajarkan Kerajinan Tangan untuk Siswa SMK
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Kebakaran Gedung di PIK 2, 3 WNA China Dievakuasi Usai Terjebak Asap
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Cerita Pasutri Asal Prigen Nekat Loncat ke Laut saat Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.