Bahlil Buka Suara soal Ekspor Nikel RI Tersendat Akibat LTJ

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers, di Kawasan Istana Negara, Selasa, 28/7. (CNBC Indonesia/Robertus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait terganggunya ekspor sejumlah produk nikel Indonesia akibat kandungan Logam Tanah Jarang (LTJ) sebagai mineral ikutan.

Sebagaimana diketahui, sejumlah pengiriman nickel pig iron (NPI) dilaporkan tertahan karena harus menjalani pengujian tambahan terhadap kandungan LTJ sebelum memperoleh izin ekspor.


Bahlil mengakui hasil pengecekan Kementerian ESDM menemukan bahwa beberapa produk hasil hilirisasi mineral, seperti nikel dan tembaga masih mengandung unsur logam tanah jarang. Namun hal tersebut terjadi lantaran sebagian produk hilirisasi seperti nickel pig iron (NPI) belum merupakan produk akhir.

Baca: Harga BBM Non Subsidi Bulan Agustus Resmi Turun, Bahlil Buka Suara

"Itu kan begini, itu ternyata setelah dicek oleh tim saya, ada beberapa produk dari hasil industri hilirisasi yang diekspor, contoh nikel ataupun tembaga, yang memang ada kadar tertentu dan ada isinya tentang logam tanah jarang. Ikutan sebenarnya," ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (3/8/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, Indonesia saat ini belum memiliki industri yang secara khusus mengolah LTJ yang terkandung sebagai mineral ikutan. Menurutnya, produk seperti NPI masih berada pada tahap pengolahan sekitar 40-50%.

"Pasti di dalamnya itu masih ada komponen-komponen mineral lain yang ikut, ada besinya, macam-macamlah gitu. Ya namanya saja baru 50%," katanya.

Oleh sebab itu, pemerintah tengah memetakan langkah-langkah penyelesaian secara menyeluruh agar kegiatan industri yang dijalankan para investor tetap dapat berjalan. Di sisi lain, pihaknya juga menyiapkan mekanisme pengelolaan atau kanalisasi LTJ sebagai mineral ikutan.

"Kalau kami kan di ESDM itu kan adalah hulunya, kemudian izin industrinya. Produknya itu kan adanya di kementerian lain. Terus untuk ekspor, itu kan di kementerian yang punya kewenangan untuk melakukan ekspor. Jadi Kementerian ESDM ini bukan kementerian dengan segala maha firmannya ada, enggak ada. Gitu ya," ujar Bahlil.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: AS Tunda Serang Iran, IHSG Melemah Tapi Rupiah Sukses Menguat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa, 13 Penumpang Selamat Tiba di Surabaya
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Mulai 1 Agustus, Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu, lalu ke Mana Sampah Lainnya?
• 2 menit lalukompas.com
thumb
Nusron Wahid Tetapkan 15 Kantor Pertanahan Jadi Percontohan, Balik Nama Ditargetkan Selesai Maksimal 10 Hari
• 12 menit lalupantau.com
thumb
PWI Jatim Dorong Pers Turut Perkuat Kajian Fiskal demi Dongkrak PAD Daerah
• 6 jam laluberitajatim.com
thumb
Pemerintah Bakal Beri Stimulus Bagi Korban PHK dan Kekeringan El Nino
• 7 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.