Harga Minyak Jatuh 7 Persen ke Level Terendah 3 Pekan

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak dunia merosot sekitar 7 persen ke level terendah dalam 3 pekan pada perdagangan Senin (3/8/2026).

Harga Minyak Jatuh 7 Persen ke Level Terendah 3 Pekan. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak dunia merosot sekitar 7 persen ke level terendah dalam 3 pekan pada perdagangan Senin (3/8/2026).

Penurunan terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda serangan baru terhadap Iran dengan harapan dapat segera mencapai kesepakatan yang berpotensi meningkatkan pasokan minyak dari kawasan Teluk.

Baca Juga:
IHSG Hari Ini Masih Berpeluang Menguat, Simak Analisa 4 Saham Berikut

Kontrak berjangka (futures) Brent jatuh 7,0 persen dan ditutup di USD83,77 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS tergelincir 5,1 persen ke USD80,34 per barel.

Penutupan tersebut menjadi yang terendah bagi Brent sejak 13 Juli.

Baca Juga:
Wall Street Menguat, Dow Jones Ditutup Rekor Dipicu Meredanya Ketegangan AS-Iran

Pelemahan juga dipengaruhi bergantinya kontrak acuan ke pengiriman Oktober yang memiliki harga lebih rendah setelah kontrak September yang lebih mahal berakhir pada Jumat lalu.

Harga Brent kontrak Oktober tercatat turun 4,7 persen dibandingkan penutupan kontrak yang sama pada Jumat.

Baca Juga:
Musim Laporan Keuangan Semester I-2026 Bawa Angin Segar ke Pasar

Melansir dari Reuters, sentimen pasar dipicu oleh pernyataan Trump terkait Iran. Presiden AS itu mengatakan pembicaraan dengan Iran ‘sedang berlangsung saat ini’ dan memperingatkan bahwa Teheran menghadapi ‘pemenggalan kepemimpinan’ apabila tidak menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Namun, Iran membantah klaim tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menegaskan tidak ada negosiasi yang berlangsung dengan AS maupun agenda pertemuan yang telah dijadwalkan.

Menurutnya, Iran juga tidak memiliki rencana menerima delegasi asing atau mengirim perunding ke luar negeri dalam beberapa hari ke depan.

Sebelumnya, sepanjang akhir pekan, Trump kembali mengulangi pola yang beberapa kali terjadi dalam lima bulan terakhir, yakni mengumumkan rencana ‘serangan besar-besaran’ terhadap Iran sebelum akhirnya membatalkannya pada saat-saat terakhir.

Analis dari firma konsultan energi Ritterbusch and Associates menilai aksi jual tajam di pasar minyak merupakan reaksi yang berlebihan terhadap pernyataan Trump mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Iran setelah sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan besar.

Mereka juga menilai Trump terus menggunakan pernyataannya untuk menekan harga minyak sehingga kenaikan harga bensin di AS tidak berlangsung berkepanjangan.

Pada Senin, Trump kembali mendesak perusahaan minyak untuk menurunkan harga bensin bagi konsumen AS. Ia bahkan menyindir Chevron dan Exxon Mobil karena dinilai meraup keuntungan yang terlalu besar. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hadapi 4 Mantan, Persik Ditekuk PSIS pada Laga Ujicoba Pramusim di Solo
• 21 jam lalubola.com
thumb
Kronologi Pria Pasuruan Tewas Diduga Dianiaya Oknum Polisi usai Dituduh Main Judol
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
KPK Dalami Mekanime Pemerasan yang Dilakukan Stafnya Terhadap Bupati Pemalang
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Polda Metro Pastikan Kasus Bigmo Diproses Hukum Bila Ditemukan Unsur Pidana
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Mengapa Main Hakim Sendiri Terus Terjadi? Psikolog Ungkap Penyebab dan Solusinya
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.