JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi mengungkap, jumlah usia produktif di Indonesia sebanyak 201.060.449 jiwa pers Semester I 2026.
Jumlah kelompok usia produktif tersebut berasal dari total 290.125.073 jiwa penduduk Indonesia pada Semester I 2026.
"Alhamdulillah dari 290,1 juta jiwa penduduk Indonesia, 69,30 persen adalah usia produktif," ujar Teguh dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026 sekaligus Rilis Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026, dikutip dari siaran Youtube Dirjen Dukcapil, Senin (4/8/2026).
Baca juga: Rata-rata Pertumbuhan Penduduk Indonesia 1,7 Juta per Semester Sejak 2024
Adapun penduduk dalam kelompok produktif adalah masyarakat dalam rentang usia 15 sampai 64 tahun.
Dari jumlah penduduk usia produktif tersebut, paling banyak berasal dari kelompok usia 15-19 tahun, yakni sebanyak 23.791.077 jiwa.
Kemudian kelompok usia 20-24 tahun (23.442.785 jiwa); 25-29 tahun (23.004.157 jiwa); 30-34 tahun (21.728.354 jiwa); serta 35-39 tahun (20.709.710 jiwa).
Selanjutnya, kelompok usia 40-44 tahun (21.806.120 jiwa); 45-49 tahun (20.387.335 jiwa); 50-54 tahun (18.244.041 jiwa); 55-59 tahun (15.541.662 jiwa); dan 60-64 tahun (12.405.208 jiwa).
Baca juga: Mendagri Tito: Integrasi Data Dukcapil Perkuat Bansos Tepat Sasaran
Teguh menjelaskan, angka tersebut penting karena menunjukkan rasio ketergantungan rendah menunjukkan peluang percepatan pertumbuhan ekonomi.
"Ini yang namanya juga bonus demografi, tapi bonus demografi akan membawa berkah apabila kita juga bisa mengimbangi dengan pendidikan, pelatihan kerja, pelayanan kesehatan yang memadai," ujar Teguh.
Dengan tingginya kelompok penduduk dengan usia produktif, ia berharap kondisi itu dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Ini penting sekali, suatu keberkahan bagi kita apabila kita bisa mengelola," ujar Teguh.
Baca juga: Dukcapil Klaim Digitalisasi Pangkas Verifikasi Penerima Bansos dari 200 Hari Jadi 1 Menit
Di sisi lain, ia menyampaikan bahwa rata-rata pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,7 juta jiwa per semesternya.
Data tersebut dicatatat sejak Semester II 2024, di mana jumlah penduduk Indonesia saat itu sebanyak 284.973.643 jiwa.
"Per semester kurang lebih adalah tambahannya 1,7 juta. Pertumbuhan penduduk ini mencerminkan angka kelahiran neto setelah dikurangi kematian, ditambah penyesuaian data hasil pembersihan dan penunggalan," ujar Teguh.
Baca juga: Fotokopi e-KTP Masih Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Dukcapil
Pada Semester I 2025, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 286.693.693 jiwa. Bertambah lagi pada Semester II 2025, menjadi 285.315.089 jiwa.
Adapun pada Semester I 2026, jumlah penduduk Indonesia tercatat sebanyak 290.125.073 jiwa. Di mana jumlah laki-laki sebanyak 146.402.289 jiwa dan perempuan 143.722.784 jiwa.
"Jumlah penduduk yang 290,1 juta jiwa terbagi di semua provinsi di 38 provinsi," ujar Teguh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




