Jakarta: Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menggandeng PAM Jaya untuk merelokasi sejumlah titik hidran. Langkah ini diambil guna mengatasi maraknya kasus hidran yang hilang maupun bermasalah.
“Kami terus berkoordinasi dengan teman-teman PAM Jaya untuk bisa merelokasi hidran-hidran yang ada saat ini,” ujar Kepala Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta, Bayu Meghantara, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Baca Juga :
Pemprov DKI Beri Kenaikan Pangkat dan Santunan Damkar GugurBayu menjelaskan, petugas pemadam kebakaran membutuhkan ukuran pipa hidran yang memadai agar dapat menyalurkan air secara maksimal ke armada damkar saat terjadi musibah kebakaran.
“Mungkin hidran kami juga, karena kami butuh penampang minimal sekitar 6 inch ya untuk bisa mensupport,” ucap Bayu.
Ia membenarkan adanya fenomena hidran yang hilang dan bermasalah tersebut. Menurutnya, dinamika pembangunan kota menjadi salah satu faktor penentu perubahan kondisi hidran di lapangan.
"Betul, jadi memang terkait dengan sebuah perkembangan kota gitu ya," kata Bayu.
Bayu menegaskan bahwa keandalan jaringan air minum yang dikelola PAM Jaya merupakan tumpuan utama operasional pemadaman api di wilayah Jakarta. "Karena perbaikan sistem air teman-teman PAM itu yang menjadi support kami gitu ya. Kami terus bekerja sama dengan PAM," kata Bayu.
Ilustrasi. Foto: Dok. Metro TV.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bakal menindak tegas pelaku pencurian komponen konektor atau kopling sambungan hidran yang marak terjadi di sejumlah titik.
"Jadi saya memang mengharapkan betul dan saya meminta aparat penegak hukum dan juga dinas terkait untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal tersebut,” tegas Pramono di Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat, 31 Juli 2026.
Pramono menyatakan, aksi pencurian fasilitas publik tersebut tidak dapat ditoleransi sebab berpotensi fatal menghambat upaya penyelamatan warga saat kebakaran terjadi.




