Korut tolak tuduhan AS soal ancaman siber Pyongyang

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
Moskow (ANTARA) - Pemerintah Korea Utara menolak peringatan Amerika Serikat terkait dugaan ancaman siber dari Pyongyang, dengan menyebut tuduhan tersebut sebagai upaya merusak citra negara tersebut, lapor kantor berita KCNA yang dikutip RIA Novosti dari Moskow, Selasa.

Badan Keamanan Federal AS (FBI), Departemen Luar Negeri AS, dan mitra dari sejumlah negara sebelumnya mengeluarkan peringatan bersama mengenai dugaan ancaman dari pakar teknologi informasi Korea Utara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menampik tuduhan tersebut, dan menyebut tuduhan itu sebagai upaya politik propaganda untuk mencoreng reputasi Pyongyang.

"AS dan sekutunya, dengan mengangkat apa yang disebut ancaman siber dari kami, menerbitkan peringatan bersama untuk merusak citra negara kami," kata juru bicara Kemlu Korut seperti dikutip kantor berita resmi Korut, KCNA.

Menurut jubir kementerian itu, klaim berulang bahwa negara tertentu terkait dengan kelompok pemantau sanksi multilateral merupakan penyebaran informasi palsu.

Kemlu Korut menyatakan kebijakan AS itu justru membuat ruang siber berubah menjadi arena konfrontasi dan perang rahasia.

Pyongyang juga mengatakan operasi siber dalam latihan militer AS dan sekutunya merupakan bagian dari persiapan perang.

Kemlu Korut lebih lanjut menilai tuduhan AS mengenai ancaman siber dari negara lain tidak berdasar dan hanya menjadi alasan untuk membenarkan tekanan ilegal terhadap negara berdaulat.

Menurut Korea Utara, AS sendiri memonopoli sumber daya utama di ruang siber dan memiliki kemampuan siber terbesar di dunia.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

​​​​​​​Baca juga: FBI siapkan replika kota untuk latihan dan simulasikan serangan siber

Baca juga: Jepang waspada serangan siber infrastruktur penting


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Melemah ke Rp 18.029 per US$ Imbas Data Ekonomi AS
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
"Kiamat" Baru Hantam Inggris, Negara di Ambang Krisis Besar
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Perusahaan India Buka Peluang Perluas Investasi di Bandara RI
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Bahlil Buka Suara soal Ekspor Nikel RI Tersendat Akibat LTJ
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kelakar! Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Soal Bonus Beli Harley di Tengah Paparan Kondisi Ekonomi
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.