Waskita (WSKT) Bangun 5 Sekolah Rakyat di Jatim Senilai Rp1,16 Triliun

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) tengah mengerjakan proyek pembangunan sebanyak lima Sekolah Rakyat di Provinsi Jawa Timur senilai Rp1,16 triliun.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) tengah mengerjakan proyek pembangunan sebanyak lima Sekolah Rakyat di Jawa Timur senilai Rp1,16 triliun. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) tengah mengerjakan proyek pembangunan sebanyak lima Sekolah Rakyat di Provinsi Jawa Timur. Proyek tersebut memiliki total nilai kontrak sebesar Rp1,16 triliun.

Kelima Sekolah Rakyat itu berada di empat kabupaten dan satu kota yaitu Kabupaten Gresik, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sampang, Kabupaten Tuban, serta Kota Surabaya.

Baca Juga:
Waskita (WSKT) Rugi Rp1,92 Triliun pada Semester I-2026, Tersedot Beban Konstruksi dan Utang

"Sesuai arahan pemerintah, Sekolah Rakyat bukan hanya sebagai tempat belajar, tapi juga lingkungan pendidikan terpadu. Maka kami rancang agar sarana pendidikan di Jawa Timur ini dapat menjadi model kawasan terintegrasi yang mampu mencetak generasi unggul penerus masa depan negara," ujar Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Paulus Budi Kartiko dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).

Paulus mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat semakin memperkuat rekam jejak perseroan sebagai BUMN Konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun untuk menghadirkan infrastruktur penuh manfaat bagi bangsa.

Baca Juga:
Danantara Tegaskan Waskita (WSKT) Harus Sehat Finansial Sebelum Garap Proyek Tol

"Ke depan, kami terus berkomitmen mendukung program pemerintah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Waskita melaporkan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Surabaya di Jawa Timur yang dibangun oleh perseroan sudah mulai digunakan oleh para siswa dan pengajar sekolah tersebut. Ratusan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) telah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Kamis (30/7/2026).

Paulus menjelaskan pengerjaan Proyek SRT merupakan bagian dari investasi membangun bangsa, sehingga perseroan berusaha merampungkan sekolah berkapasitas 370 siswa tersebut secepat mungkin dengan hasil terbaik.

"Hampir 4.500 tenaga kerja kami kerahkan guna menyelesaikan proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur, termasuk SRT 2 Surabaya. Mereka bekerja siang dan malam secara bergantian demi mengejar bangunan agar bisa segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar pada Agustus," tuturnya.

Dia menjelaskan perseroan menggunakan metode half slab pada pekerjaan pelat lantai dua, mempercepat distribusi material memakai hiab crane, lalu melakukan pengecoran dengan concrete pump dan mobile crane.

"Dipasang pula struktur rangka atas baja sekaligus percepatan penyambungan daya listrik PLN melalui penyesuaian tata letak panel sesuai standar teknis," kata Paulus.

(Rahmat Fiansyah) 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Minat Kuliah Meningkat, Beasiswa Jadi Daya Tarik Utama Calon Mahasiswa
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cas Sepeda Listrik Ditinggal Pergi, Rumah Warga Depok Terbakar
• 15 jam laludetik.com
thumb
Kronologi Lengkap Ruben Onsu Dituding Idap Penyakit HIV, Pengacara Tunjukkan Hasil Tes Medis Mantan Suami Sarwendah
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Kimi K3 Sukses Besar, Moonshot AI Segera Ajukan Rencana IPO di Hong Kong
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Organisasi Buruh Minta DPR Serius Tangani RUU Ketenagakerjaan
• 19 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.