Harga Emas Diramal Masih Sulit Bangkit, Cocok Buat Beli Sekarang?

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pergerakan harga emas dunia (XAUUSD) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026. Dupoin Futures menilai tren bearish masih mendominasi karena harga belum mampu menembus area resistance utama yang menjadi penentu perubahan arah pergerakan.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan peluang koreksi masih lebih besar selama tekanan jual bertahan dan harga belum ditutup di atas level resistance penting.

Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures pada grafik harian (daily), harga emas masih bergerak di bawah level resistance USD4.075, sekaligus berada di bawah indikator Moving Average (MA) 21 yang berfungsi sebagai dynamic resistance. Kondisi tersebut menunjukkan setiap upaya penguatan masih menghadapi tekanan jual sehingga ruang kenaikan dinilai masih terbatas.

"Selama belum ada konfirmasi breakout yang valid di atas level USD4.075, bias pergerakan emas (XAUUSD) masih mengarah pada pelemahan," ujar Geraldo dikutip dari riset hariannya, Selasa, 4 Agustus 2026.
 
Menurut dia, kegagalan harga bertahan di atas area resistance mengindikasikan pelaku pasar masih memanfaatkan setiap kenaikan sebagai momentum untuk melakukan aksi jual.

Dupoin Futures memproyeksikan area USD4.018 sebagai level support terdekat yang akan menjadi penentu arah pergerakan berikutnya. Apabila tekanan jual berlanjut hingga menembus level tersebut, potensi koreksi yang lebih dalam dinilai semakin terbuka.

Sebaliknya, jika muncul tekanan beli di sekitar area support, harga emas berpeluang mengalami technical rebound. Namun, penguatan tersebut masih diperkirakan bersifat sementara selama harga belum mampu menembus resistance utama.

Selain itu, posisi harga yang masih berada di bawah MA 21 dinilai memperkuat prospek pelemahan dalam jangka pendek.
 

Baca Juga :

Harga Emas Dunia Naik Tipis di Tengah Ketidakpastian Suku Bunga The Fed


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
  Dolar AS dan yield treasury jadi faktor utama
Dari sisi fundamental, Dupoin Futures menilai arah harga emas masih dipengaruhi oleh pergerakan dolar Amerika Serikat, imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yield), serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Jika dolar AS tetap menguat dan imbal hasil obligasi bertahan di level tinggi, harga emas diperkirakan masih menghadapi tekanan karena investor cenderung memilih aset berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.

Sebaliknya, pelemahan dolar AS atau penurunan Treasury yield berpotensi meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven. Menurut Dupoin Futures, kondisi tersebut dapat menjadi katalis bagi pemulihan harga apabila didukung sinyal teknikal yang lebih kuat.

Pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan, antara lain inflasi, data ketenagakerjaan, aktivitas sektor manufaktur dan jasa, serta pernyataan para pejabat Federal Reserve. Data tersebut akan menjadi acuan investor dalam memperkirakan arah suku bunga The Fed.

Apabila indikator ekonomi AS kembali menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan, peluang suku bunga bertahan tinggi dalam waktu lebih lama diperkirakan meningkat. Kondisi itu berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas.

Sebaliknya, jika data ekonomi melemah dan meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter, emas berpotensi memperoleh sentimen positif melalui pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas masih bergerak dalam tren bearish selama belum mampu menembus dan ditutup di atas area resistance USD4.075 serta indikator MA 21.

"Dalam jangka pendek, level USD4.018 menjadi area support utama yang perlu dicermati pelaku pasar. Sementara itu, konfirmasi penembusan resistance tetap menjadi syarat penting sebelum emas memasuki fase penguatan yang lebih berkelanjutan," tutup Geraldo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Toys Kingdom Tebar Kebahagiaan di Hari Anak Nasional 2026, Dukung Anak-anak Pejuang Kanker
• 19 jam laludisway.id
thumb
Pemkab Pasuruan Ajukan Empat Raperda, Perkuat Regulasi Bangunan hingga BUMDes
• 20 jam laluberitajatim.com
thumb
Sampah di TPS Liar Jaktim Lokasi Petugas Damkar Meninggal Mulai Diangkut
• 22 jam laludetik.com
thumb
Australia Mengonfirmasi Kematian Massal Burung Laut Akibat Flu Burung H5N1, Rencana Nasional Penanganan Diaktifkan
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Polda Metro Selidiki Aduan terhadap Bigmo soal Dugaan Ajak Anak Promosikan Vape
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.