Krisis ini bermula dari kontroversi rencana pembentukan FIFA Forward Enterprises (FFE), yakni proposal penjualan 21 persen saham operasi komersial serta hak penyelenggaraan turnamen FIFA kepada dana investasi milik Joshua Kushner dengan nilai mencapai 4,2 miliar dolar AS.
Baca Juga :
UEFA Desak Gianni Infantino Lengser dari Kursi Presiden FIFA"Sudah waktunya dilakukan peninjauan yang menyeluruh terhadap kepemimpinan serta tata kelola FIFA untuk memastikan sepak bola dunia dikelola secara transparan, demi kepentingan seluruh 211 asosiasi anggota, dengan keberlanjutan sepak bola sebagai prioritas utama," tulis FA dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari The Athletic.
Meski Infantino akhirnya membatalkan proposal FFE setelah mendapat gelombang penolakan dari berbagai pihak, tekanan politik internal terhadap kepemimpinannya masih terus meningkat.
Tekanan Infantino Semakin Besar
Langkah FA Inggris semakin memperpanjang daftar federasi Eropa yang menarik dukungan terhadap Gianni Infantino. Sebelumnya, Asosiasi Sepak Bola Wales dan Federasi Sepak Bola Serbia (FSS) telah lebih dulu mengumumkan pencabutan dukungan tertulis mereka.
Baca Juga :
Real Madrid Apresiasi UEFA Usai Penolakan Proposal Komersialisasi FIFA"Kami telah memberikan dukungan tertulis kepada Tuan Infantino pada 25 Mei lalu. Namun, setelah mempertimbangkan secara saksama berbagai peristiwa yang merusak reputasi FIFA dan presidennya, kami menilai pencabutan ini adalah keputusan paling rasional," bunyi pernyataan resmi FSS, seperti dikutip dari The Athletic.
Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola Swiss menyatakan masih melakukan evaluasi mendalam sebelum menentukan sikap akhir menjelang pemilihan presiden FIFA pada 18 Maret 2027.
Penantang Infantino Mulai Muncul
Sebelum kontroversi FIFA Forward Enterprises (FFE) mencuat, Gianni Infantino berada dalam posisi kuat dan sempat mengklaim telah memperoleh dukungan dari lebih dari 200 asosiasi anggota FIFA untuk kembali maju tanpa pesaing dalam Kongres FIFA. Namun, peta politik sepak bola dunia kini mengalami perubahan besar.
Selain tekanan dari Eropa, laporan internal menyebut mayoritas anggota Confederation of North, Central America and Caribbean Association Football (CONCACAF) juga mulai kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino.
Baca Juga :
UEFA Ancam FIFA ke Jalur Hukum soal Hak Komersial Piala DuniaPresiden Concacaf sekaligus Wakil Presiden FIFA, Victor Montagliani, bahkan dikabarkan sedang mempertimbangkan serius untuk maju sebagai kandidat penantang utama Infantino.
Sesuai regulasi FIFA, seluruh kandidat yang ingin bertarung dalam pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027 wajib menyerahkan dokumen pencalonan paling lambat 18 November mendatang.
(Ahmad Raul)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)





