Abaikan Keselamatan, Wisatawan Nekat Mendaki Gunung Anak Krakatau Saat Berstatus Siaga

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS – Rombongan wisatawan nekat mendaki Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, meski gunung api itu berstatus Siaga (Level III). Tindakan itu dinilai berbahaya karena mengabaikan imbauan agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Foto rombongan wisatawan yang nekat mendaki Gunung Anak Krakatau (GAK) beredar luas di media sosial beberapa waktu terakhir. Rombongan wisatawan itu terlihat menaiki kapal motor untuk sampai ke Kepulauan Krakatau. Mereka juga mendaki hingga puncak. Tindakan wisatawan yang beraktivitas di gunung api itu pun mendapat sorotan publik.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Lampung Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Itno Itoyo menyatakan, tindakapan para wisatawan yang mendaki GAK itu ilegal. Dia menyebut, kawasan Cagar Alam dan Cagar Alam Laut Kepulauan Krakatau tertutup untuk kegiatan wisata massal.

“Kepulauan Krakatau merupakan kawasan cagar alam yang statusnya tertutup untuk kegiatan pariwisata massal. Aktivitas yang diperbolehkan sebatas penelitian, pendidikan, dan kegiatan lain yang menunjang budidaya,” kata Itno, Selasa (4/8/2026).

Berdasarkan hasil penelusuran, rombongan wisatawan itu diduga melakukan pendakian pada Minggu (2/8/2026). Meski sudah ada papan larangan di sejumlah lokasi dan sosialisasi melalui media sosial, wisatawan tetap nekat mendaki hingga ke puncak kawah.

Itno menyebut, rombongan wisatawan itu diduga memanfaatkan kelengahan petugas untuk bisa mendarat dan mendaki ke puncak GAK. Dia menyebut, petugas BKSDA sebenarnya sudah melakukan patroli di sekitar perairan kawasan Cagar Alam dan Cagar Alam Laut Kepulauan Krakatau.

Baca JugaGunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Status Siaga dan Radius Bahaya 3 Kilometer

Namun, saat itu, petugas sudah kembali ke Pulau Sebesi. Pada waktu itulah rombingan wisatawan diduga mendarat di Kepualauan Krakatau. Aksi itu juga diketahui oleh petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang sedang melakukan perawatan alat pantau di sekitar lokasi.

Itno mengungkapkan, sebelumnya petugas juga beberapa kali memergoki wisatawan yang hendak mendaki ke GAK. Pada waktu itu, petugas patroli bisa menghalau wisatawan dan memaksa mereka untuk kembali.

Itno menambahkan, banyaknya pintu masuk menuju GAK menjadi salah satu pemicu masih ramainya wisatawan yang mendekat ke zona berbahaya itu. Selain dari dermaga di Lampung Selatan dan Banten, wisatawan juga bisa berlayar ke Kepulauan Krakatau melalui dermaga di Kabupaten Pesawaran, Lampung, hingga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Mereka biasanya menyewa kapal motor untuk dapat mendarat di Kepulauan Krakatau. Wisatawan yang berkunjung ke kawasan GAK itu kebanyakan berasal dari Jabodetabek. Mereka biasanya mengikuti kegiatan wisata open trip yang dibuka oleh agen travel.

Baca JugaGunung Anak Krakatau Keluarkan Asap, Wisatawan Dilarang Mendekat

Padahal, berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 sebagaimana diubah dengan UU No 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, cagar alam hanya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan terbatas, seperti penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kegiatan penunjang budidaya. Hal itu karena cagar alam berfungsi sebagai kawasan perlindungan ekosistem.

Selain melakukan sosialisasi secara langsung, BKSDA juga telah memasang sejumlah papan larangan. Masyarakat diminta tidak mendekati GAK ataupun seluruh Kepulauan Krakatau karena termasuk kawasan rawan bencana. BKSDA juga berharap, para pelaku jasa wisata mematuhi larangan tersebut dan tidak lagi menawarkan paket wisata pendakian ke GAK karena dapat membahayakan keselamatan wisatawan.

Tindakan tegas

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan Maturidi mengaku telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindak tegas masyarakat yang nekat berwisata dan mendekat ke GAK. Dia menyebut, tindakan itu sangat berbahaya karena aktivitas gunung api itu masih fluktuatif sampai saat ini.

“Kami sudah berkali-kali mengimbau masyarakat dan pemilik kapal yang mengangkut wisatawan agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau,” ucap Maturidi.

Baca JugaWisata ke Gunung Anak Krakatau Dilarang karena Status Cagar Alam dan Risiko Erupsi

Menurut analisis Badan Geologi, aktivitas GAK mulai meningkat sejak Juni 2026. Berdasarkan pengamatan melalui Satelit Sentinel, terlihat adanya emisi gas belerang dioaksida dan anomali panas serta munculnya titik api di kawah GAK pada 10 Juni 2026.

Gejala ini disertai dengan munculnya asap dari kawah dengan intensitas cukup tinggi. Terjadi juga peningkatan jumlah gempa yang beraosiasi dengan gempa vulkanik dangkal, meliputi gempa embusan, hibrida atau fase banyak, dan low frequency secara signifikan.

Selama periode 16 Juni hingga 2 Juli 2026, terekam 740 kali gempa embusan, 24 kali gempa harmonik, 247 kali gempa low frequency, dan 520 kali gempa hibrida/fase banyak. Selain itu, terjadi 16 kali gampa tremor menerus, 2 kali gempa vulkanik dangkal, 3 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal, dan 5 kali gempa tektonik jauh.

Pada 26 Juni 2026, intensitas gempa dan erupsi pun semakin meningkat. Status Gunung Anak Krakatau kemudian dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi Level III (Siaga) mulai 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB. Hingga saat ini, aktivitas gunung api itu masih fluktuatif.

Kami sudah berkali-kali mengimbau masyarakat dan pemilik kapal yang mengangkut wisatawan agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Truk Tabrak Driver Ojol di Jalan Sultan Agung Bekasi, Penumpang Tewas
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Warna yang Identik dengan Orang Intuisi Tajam Menurut Psikolog Warna
• 19 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kesalahan Orang Tua saat Menegur Anak Menurut Para Ahli
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Diterpa Isu Pengaturan Skor, Begini Sikap PBSI
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Pesona Toyota Land Cruiser FJ, Sulit Ditolak di GIIAS 2026
• 7 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.