HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Keputusan mendadak mengguncang bulu tangkis Indonesia jelang Kejuaraan Dunia BWF 2026. Dua pasangan ganda campuran andalan tiba-tiba dipastikan batal tampil di turnamen paling bergengsi tersebut.
Di saat bersamaan, isu dugaan pengaturan skor terus menjadi perbincangan luas di media sosial. PBSI akhirnya buka suara dan menjelaskan alasan di balik langkah yang diambil, sembari meminta publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi mengumumkan perubahan susunan wakil Indonesia pada sektor ganda campuran untuk BWF World Championships 2026. Dalam penyesuaian tersebut, pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dipastikan tidak berangkat ke kejuaraan dunia.
Keputusan itu muncul ketika isu dugaan pengaturan pertandingan (match fixing) yang menyeret sejumlah pemain Indonesia ramai dibahas di media sosial. Perbincangan tersebut mulai mencuat sejak akhir Juli hingga awal Agustus 2026 setelah beredar unggahan dari akun X yang mengaku mengikuti perkembangan bulu tangkis.
Sekretaris Jenderal PBSI, Ricky Soebagdja, menegaskan bahwa pencoretan dua pasangan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian yang dilakukan organisasi dalam menghadapi Kejuaraan Dunia BWF 2026. Menurutnya, seluruh proses administrasi dan keikutsertaan atlet Indonesia harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“PP PBSI melakukan penyesuaian komposisi wakil Indonesia pada sektor ganda campuran untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026. Sebagai bagian dari penyesuaian tersebut, pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil tidak akan mengikuti Kejuaraan Dunia BWF 2026,” kata Ricky dalam pernyataan resmi, Selasa (4/8/2026).
Meski demikian, PBSI tidak memberikan penjelasan lebih jauh mengenai isu dugaan match fixing yang berkembang. Ricky menegaskan pihaknya tidak akan menyampaikan informasi yang berkaitan dengan substansi perkara maupun menghubungkannya dengan atlet tertentu.
PBSI mengungkapkan bahwa Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) saat ini memang sedang menjalankan proses peradilan independen (judicial proceedings) terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia. Organisasi tersebut memilih menghormati seluruh mekanisme yang sedang berlangsung.
“Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam proses tersebut, PBSI tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai substansi perkara maupun mengaitkan proses yang sedang berlangsung dengan atlet tertentu,” ujar Ricky.
Ia juga meminta seluruh pihak, termasuk media dan pencinta bulu tangkis, tidak membangun spekulasi sebelum ada keputusan resmi dari panel independen BWF.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat, untuk menghormati proses yang sedang berjalan serta menghindari spekulasi hingga terdapat keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ricky memastikan PBSI akan terus berkoordinasi dengan BWF sepanjang proses berlangsung. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh kebijakan organisasi tetap mengedepankan tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi internasional, perlindungan hak para atlet, serta komitmen menjaga integritas olahraga bulu tangkis.
Hingga saat ini, proses peradilan independen yang dilakukan BWF masih berlangsung dan belum menghasilkan putusan akhir. Karena itu, belum ada keputusan resmi yang menyatakan atlet mana pun bersalah dalam perkara dugaan pelanggaran integritas tersebut. (*)





