Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memberi tahu Kongres mengenai rencana penutupan lima misi asingnya. Konsulat AS di Medan masuk dalam daftar tersebut.
Informasi itu disampaikan seorang sumber di pemerintahan AS, Senin (3/8). Ia mengatakan nota mengenai rencana penutupan tersebut telah disampaikan kepada komite Kongres AS pada pekan lalu.
Sumber tersebut meminta identitasnya dirahasiakan karena nota itu belum seharusnya dipublikasikan.
Dalam nota Kemlu AS, selain Konsulat AS di Medan, pemerintah AS juga berencana menutup konsulat di St. George, Grenada; Nagoya, Jepang; Douala, Kamerun; dan Winnipeg, Kanada.
Dikutip dari Reuters, sumber itu menyebut penutupan lima konsulat tersebut tidak terkait dengan peristiwa geopolitik tertentu.
Kumparan telah menghubungi Kemlu RI maupun Kedutaan Besar AS di Jakarta untuk mengonfirmasi rencana penutupan tersebut. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan.
Pada 2025, saat pemerintahan Presiden Donald Trump dimulai, Kemlu AS berencana menutup belasan misi asing. Kebijakan itu sejalan dengan upaya Trump mereformasi birokrasi AS agar selaras dengan agenda America First.
Sementara itu, Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih menginginkan penutupan 30 misi asing AS. Sejumlah pejabat pemerintahan AS menilai beberapa misi asing tidak lagi esensial dan membebani anggaran.
Rencana penutupan misi asing tersebut ditentang Partai Demokrat dan sejumlah mantan pejabat Kemlu AS. Mereka menilai kebijakan itu akan melemahkan kepemimpinan AS di dunia serta berpotensi memberi ruang lebih besar bagi China maupun Rusia untuk memperluas pengaruhnya dalam tatanan global.





