Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan pada Selasa (4/8) siang pukul 11.34 WIB. Posisi rupiah kini menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS.
Dikutip dari Bloomberg, posisi rupiah berada di level Rp 18.038 per dolar AS atau melemah 0,23 persen atau 41 poin.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau sudah berada di zona merah sejak pagi hari.
Berdasarkan data Stockbit, rupiah dibuka di level Rp 17.994 per dolar AS, terkoreksi 0,23 persen (depresiasi 41,3 poin) dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp 17.953.
Sebelumnya, Pjs Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti menyatakan bahwa sekalipun BI berada dalam masa transisi kepemimpinan, seluruh anggota Dewan Gubernur tetap berkomitmen menjaga stabilitas rupiah, baik dari sisi nilai tukar maupun inflasi, sebagai prioritas utama.
“Dengan formasi kami sekarang ini, kami akan tetap komitmen di mana stabilitas saat ini untuk rupiah, baik untuk nilai tukar atau terkait dengan inflasi, maka itu menjadi prioritas kami,” ujar Destry.
Demi menjaga stabilitas nilai tukar, Destry menegaskan bahwa BI akan tetap aktif berada di pasar melalui sejumlah instrumen intervensi. Kebijakan ke depan juga akan diarahkan untuk menarik capital inflow guna memperkuat sektor eksternal, termasuk cadangan devisa dan neraca pembayaran.
“Kita akan masuk untuk intervensi apakah spot, NDF (Non-Deliverable Forward), ataupun DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward),” ucapnya.
Sementara dari sisi inflasi, Destry menjelaskan bahwa BI terus memperkuat tim pengendali inflasi di tingkat pusat dan daerah, termasuk melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).





