Fanatik Prabowo di 2014–2019, Kini Berbalik Kritik

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Guru Besar Universitas Airlangga (UNAIR), Henri Subiakto, menceritakan pertemuannya dengan mantan wartawan Tempo, Setiyardi Budiono, yang dulu dikenal sebagai pendukung fanatik Prabowo Subianto pada Pilpres 2014 hingga 2019.

Henri menjelaskan, Setiyardi bahkan sempat membuat Tabloid Obor Rakyat yang kontroversial karena menyerang Joko Widodo (Jokowi).

"Saat itu dia bikin Tabloid Obor Rakyat yang menggemparkan, karena isinya menyerang keras Jokowi," tulis Henri di akun X pribadinya, dikutip Selasa (4/8).

Atas hal tersebut, Henri mengatakan Setiyardi dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun. 

"Karena dianggap terlibat “propaganda hitam” diapun diganjar hukuman setahun masuk bui sebagai ganjaran perjuangan fanatiknya mendukung 08 he he," ujarnya.

Namun setelah Prabowo resmi menjadi Presiden pada 2024, ia justru kecewa dengan kinerja tokoh yang dulu dibelanya. Menurut Henri, Prabowo kini lebih banyak mengeluarkan janji tanpa realisasi, serta melanjutkan kebijakan Jokowi yang sebelumnya dikritiknya.

"Setiyardi pun sekarang jadi orang bebas yang bikin podcast kritis ke Pemerintah yang dulu dia perjuangkan," jelas pakar hukum siber itu.

Ia menambahkan, keduanya pernah bekerja sama di Telkom Group pada 2012–2014, dan kini sama-sama kritis terhadap kondisi politik.

Baca Juga: Prabowo Resah Pejabat Berguguran Karena Korupsi, Muncul Sinyal Ubah Arah Pemerintahan?

Henri menyebut dirinya diajak hadir di podcast Obor Rakyat Reborn, yang membahas berbagai kasus hukum kontroversial, mulai dari Dokter Tifa, Roy Suryo, Babe Aldo, Hendra Lie, hingga Nikita Mirzani.

Sebagai catatan, Majelis Hakim PN Jakarta Pusat pada 2016 menyatakan Setiyardi dan Darmawan Sepriyosa bersalah melakukan pencemaran nama baik terhadap Jokowi menjelang Pilpres 2014. Keduanya dijatuhi hukuman 8 bulan penjara, dan resmi dieksekusi ke Lapas Cipinang pada Mei 2018. Setiyardi kemudian bebas bersyarat pada Januari 2019, meski sempat dicabut sementara karena rencana menerbitkan kembali tabloid tersebut sebelum bebas murni.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Catatan Pertemuan Persib Vs Persija: Maung Bandung Lebih Dominan
• 5 jam lalubola.com
thumb
Real Madrid Tawarkan Kontrak Baru untuk Vinicius Junior
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
AI Ubah Pola Serangan Siber, Ransomware Kini Lebih Terarah
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Drone Ukraina Hantam Resor Rusia di Laut Hitam, 6 Orang Tewas
• 21 jam laludetik.com
thumb
Satu Kompleks di Tangerang Mendadak Jadi Perbincangan karena Bendera Merah Putih 400 Meter
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.