JAKARTA, DISWAY.ID-- Sinyal hijau mengenai kepastian insentif kendaraan listrik bagi industri otomotif tanah air kian menguat.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan bahwa skema bantuan atau insentif kendaraan listrik bakal diumumkan ke publik dalam kurun waktu satu hingga dua minggu mendatang.
Mungkin seminggu dua minggu lagi, ujar Purbaya kepada wartawan, Selasa (4/8).
BACA JUGA:Kisah Fenomenal Como 1907: Serie D ke Liga Champions, Tangan Dingin Mirwan Suwarso dan Sorak Grazie Hartono
Purbaya menyampaikan bahwa saat ini jajaran pemerintah masih terus mematangkan serta mengkaji formulasi keputusan tersebut, baik dari segi besaran nilai insentif maupun mekanisme penyalurannya di lapangan.
Ini keputusannya sedang diolah, kita tunggu nanti hasilnya seperti apa, katanya.
Kendati demikian, Menkeu masih enggan membeberkan perincian angka nominal maupun persentase potongan harga yang akan diberikan. Namun, ia memberi bocoran bahwa skema yang disiapkan tidak akan jauh berbeda dari rancangan awal yang sempat dibahas bersama kementerian teknis.
Nanti kalau saya kasih tahu, bocor. Tapi nanti kayaknya enggak beda dengan yang pernah kita diskusikan sebelumnya, tuturnya.
Langkah ini menjadi tindak lanjut dari koordinasi intensif antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian dalam merumuskan stimulus yang tepat sasaran bagi percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan.
Fokus Dorong Industri Mobil dan Motor Nasional
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menguatkan sinyal tersebut. Airlangga menegaskan bahwa arah kebijakan insentif kendaraan listrik kali ini dirancang khusus untuk memperkuat ekosistem industri manufaktur dalam negeri.
BACA JUGA:IHSG Sesi I Makin Perkasa Naik ke Level 6.270, Intip Rekomendasi Saham BBCA Hingga SMGR
Pemerintah berencana memfokuskan alokasi insentif tersebut bagi pengembangan unit mobil listrik nasional serta sepeda motor listrik nasional.
Itu nanti kita lihat dikaitkan dengan mobil nasional atau motor nasional. Mobil dan motor elektrik nasional, tegas Airlangga.
Dengan fokus yang diarahkan pada produk berbasis industri nasional, skema insentif ini diharapkan tidak hanya mampu mendongkrak daya beli masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga mempercepat penguatan rantai pasok komponen lokal di Indonesia.





