JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sinergi yang kuat dengan Bank Indonesia (BI). Kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter dinilai menjadi kunci dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.
"Diperlukan sinergi yang erat dengan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter agar kebijakan fiskal dan moneter dapat saling memperkuat satu sama lain dalam menghadapi dinamika global," ujar Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, di Jakarta, Senin (3/8).
Menurutnya, salah satu fokus utama pemerintah adalah memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya tersebut dilakukan agar UMKM semakin produktif, mampu naik kelas, serta memiliki akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, pasar domestik, maupun pasar ekspor.
BACA JUGA:Gus Ipul dan Gus Kikin Kompak Serukan 'Kembali ke Muasis' di Muktamar NU
Selain itu, Qodari mengatakan pemerintah juga terus mempercepat transformasi digital melalui perluasan transaksi ekonomi dan keuangan digital. Pengembangan ekosistem pembayaran digital yang aman, cepat, dan efisien diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, memperkuat daya saing UMKM, sekaligus mempercepat inklusi ekonomi dan keuangan di berbagai daerah.
Qodari menambahkan, transaksi pembayaran digital hingga kini terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Kondisi tersebut mencerminkan semakin luasnya adopsi ekonomi digital oleh masyarakat maupun pelaku usaha.
Lebih lanjut, Qodari mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus memastikan pertumbuhan tetap berkelanjutan.
“Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.
BACA JUGA:Tak Kalah dari Sekolah Favorit, Siswa Sekolah Rakyat Makassar Panen Medali di Tiga Ajang Bergengsi
Ia menegaskan sinergi yang terus diperkuat akan menjadi fondasi dalam membangun perekonomian nasional di tingkat global. Upaya tersebut juga sejalan dengan target pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi.
"Semangat kolaborasi inilah yang menjadi modal penting untuk mewujudkan perekonomian yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," kata Qodari.





