Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Suasana pagi di sebelah barat Terminal Kota Pekalongan, Jalan Pattimura, Kelurahan Gamer, mendadak geger pada Selasa (4/8/2026) pagi.
Sekira pukul 05.40 WIB, warga setempat dikagetkan oleh penemuan sesosok bayi laki-laki mungil yang tergeletak dalam bungkusan kain jarik tanpa popok.
Tangisan bayi malang yang masih bersimbah kotoran itu langsung memantik simpati warga sekitar.
Mendengar kabar penemuan tersebut, Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Dies Ferra Ningtias, langsung turun tangan dan menyempatkan diri menjenguk sang bayi di Puskesmas Sokorejo.
Sentuhan kasih sayang langsung ditunjukkan oleh Kapolres dengan memberi nama panggilan hangat “Arya” kepada bayi berhidung mancung itu. Tak hanya itu, ia juga menegaskan kesiapannya untuk mengasuh Arya.
“Sementara bayi ini kita panggil dengan nama Arya agar lebih memudahkan. Saya pribadi selaku Kapolres akan memantau terus perkembangannya dan Arya nanti akan menjadi anak asuh kita,” ujar AKBP Dies Ferra Ningtias kepada awak media.
Pihaknya ingin memastikan anak ini berada di tangan orang yang tepat dan tidak ada yang asal mengaku-ngaku.
Guna mengusut asal-usul Arya, jajaran Polres Pekalongan Kota saat ini tengah bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif di sekitar area terminal.
Polisi menduga ada kemungkinan bayi malang tersebut sengaja dibuang oleh pelaku dari luar daerah yang melintas menuju Pekalongan. Petugas juga berkoordinasi ketat dengan Dinas Sosial P2KB Kota Pekalongan terkait prosedur adopsi resmi.
“Kondisi bayi saat ditemukan warga diperkirakan berusia sekitar 4 hari karena tali pusarnya sudah lepas dan kering. Begitu ditemukan, kami langsung evakuasi,” imbuh Kapolres.
Langkah kami saat ini, lanjut Kapolres, adalah melidik area sekitar terminal guna mengungkap siapa orang tua kandung dari bayi Arya.
Sementara itu, kondisi medis Arya dipastikan berada dalam keadaan stabil dan mendapatkan perawatan ekstra dari tim medis Puskesmas Sokorejo.
Kepala Puskesmas Sokorejo, drg. Ari Kurniasih, mengungkapkan bahwa saat pertama tiba, tubuh bayi sempat tampak agak kekuningan dan mengalami sedikit gumoh.
Namun, hasil pemeriksaan secara umum menunjukkan tanda-tanda vital bayi tergolong sangat baik.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan bayi dalam kondisi sehat dan stabil. Berat badannya 2.450 gram, panjang 49 cm, saturasi oksigen 98 persen, serta denyut jantung 121 kali per menit,” terang drg. Ari Kurniasih.
Ia menambahkan, bayi diperkirakan berusia 4 hingga 7 hari dan tidak ditemukan tanda khusus selain posturnya yang mungil dan berhidung mancung.
Saat ini, bayi Arya masih menjalani masa observasi serta perawatan intensif di ruang khusus Puskesmas Sokorejo.
Pihak puskesmas bersama kepolisian terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Sosial setempat untuk menentukan langkah penanganan lanjutan.
Kehadiran Arya pun membawa secercah kehangatan bagi siapa saja yang melihatnya di tengah proses hukum yang masih berjalan. (em-aha)





